emirat Dhahi KhalfanDubai, LiputanIslam.com – Iranfobia terus bergulir di negara-negara Arab kawasan Teluk Persia. Kali ini sentimen anti Iran bermotif perbedaan mazhab dihembuskan oleh Wakil Kepala Kepolisian Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Letjen Dhahi Khalfan Tamim. Dia menuduh Iran melakukan aksi campur tangan dalam urusan negara-negara Arab, dan karena itu melalui jejaring sosial dia bahkan menebar seruan ganjil, yaitu bahwa negara Republik Islam itu hendaknya dikembalikan kepada mazhab Sunni.

“Ketekunan Iran berusaha merusuhkan keamanan dan stabilitas negara-negara jirannya adalah sesuatu yang aneh… Tetangga selalu memiliki hak, namun campur tangan Iran selalu merusak hubungan,” kicaunya di media sosial Twitter, sebagaiamana dilansir Eremnews, Senin (23/2/2015).

Tanpa menyinggung membanjirnya para ekstrimis asal negara-negara Arab di Suriah, Irak, dan Yaman dia menuding Teheran membuat kekacauan dan kehancuran di tiga negara tersebut.

“Iran campur tangan di Irak dan menghancurkannya, campur tangan di Suriah dan menghancurkannya, dan sekarang berusaha menghancurkan Yaman setelah gagal di Bahrain dan kawasan al-Sharqia (nama provinsi di Arab Saudi),” ungkapnya.
Dia kemudian membuat seruan supaya Iran yang bermazhab resmi Syiah Imamiyyah dikembalikan kepada mazhabnya semula, Sunni atau Ahlussunnah Waljamaah.

“Iran hendaknya dikembalikan ke mazhab Sunni yang dianutnya sebelum Ismail Safavi,” tulisnya.

Di bagian akhir Jenderal UEA ini mengingatkan, “Jangan lupa, Iran dulu adalah bagian dari wilayah pemerintahan Islam di era Umar ra.”

Pernyataan Jenderal UEA ini sangat kontras dengan pernyataan Presiden Irak, Fuad Masum, Minggu (22/2/2015) yang justru mengapresiasi Iran sebagai negara yang gigih membantu Irak memerangi terorisme.

“Iran telah banyak membantu kami dalam memerangi penjahat Daesh (sebutan ISIS dalam Bahasa Arab),” katanya. (Baca: Iran Bantu Perangi Teroris, Presiden Irak Sampaikan Terimakasih )

Anggapan bahwa Iran menebar kekacauan itu juga berseberangan dengan pandangan para pakar Rusia yang menilai terorisme di Timteng tidak mungkin dapat diperangi jika tanpa keterlibatan beberapa negara yang tidak terindikasi membantu organisasi teroris ISIS, yaitu Rusia, Cina, Iran, Suriah dan Mesir. (Baca: Pakar Rusia: ISIS Tak Akan Kalah Dalam Perang Tanpa Rusia, Cina, Iran, Suriah dan Mesir)

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL