iran soleimaniTeheran, LiputanIslam.com –   Komandan Pasukan Quds Korp Garda Revolusi Islam Iran Mayjen Qassem Soleimani menyatakan Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman belakangan ini berusaha menawar Suriah untuk menjauhkan negara ini dari Iran dan kubu Muqawamah dengan imbalan penghentian krisis Suriah.

“Putera Mahkota Saudi berkunjung ke Rusia dan mengadakan pertemuan dengan tokoh Suriah lalu bertanya kepadanya ihwal al-Assad. Delegasi Suriah lantas mengatakan bahwa problema Suriah terletak pada ISIS, dan Mohammad bin Salmanpun berkata, ‘Masalahnya bukan pada ISIS karena kelompok ini akan tamat riwayat, melainkan bahwa segala sesuatu akan selesaikan apabila Suriah menjauh di Iran,’” katanya, Rabu (5/10/2016).

Jenderal termasyhur Iran ini kemudian menyebut Mohammad bin Salman sebagai orang yang gegabah sehingga bukan tidak mungkin dia akan membunuh ayahnya sendiri, Raja Salman bin Abdulaziz.

“Bin Salman gegabah, dan bukan tak mungkin akan membunuh rajanya,” ujar Soleimani.

Dia kemudian bercerita bahwa Raja Abdullah pernah berkunjung ke Suriah dan pergi ke Lebanon bersama al-Assad lalu berkata kepadanya bahwa Lebanon adalah milik al-Assad.

“Apa yang dia (Raja Abdullah) inginkan? Dia ingin memisahkan Bashar al-Assad dari Iran, tapi al-Assad menolaknya,” ungkap Soleimani.

Dia menambahkan di masa kepresiden Bill Clinton di AS, ada rencana untuk menggalang perdamaian antara Suriah dan Israel, tapi presiden Suriah saat itu mendiang Hafez al-Assad, ayah Bashar al-Assad, menolak rencana itu.

“Hafez al-Assad tahu betapa tawaran kepada Suriah ini akan sangat berdampak buruk bagi kesolidan kubu muqawamah (resistensi terhadap Israel), dan inilah yang menjadi sebab konsentrasi seluruh dunia di sekitar perbatasan Suriah,” lanjutnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL