iran soleimaniTeheran, LiputanIslam.com – Komandan Pasukan al-Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran Jenderal Qassem Soleimani menegaskan bahwa dukungan Iran kepada perjuangan rakyat Palestina melawan Rezim Zionis Israel adalah harga mati yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Sebagaimana dilaporkan al-Mayadeen dan dikutip FNA, Kamis (17/3), hal itu dia nyatakan dalam sebuah pertemuan dengan delegasi Hamas beberapa waktu lalu di Teheran.

“Seandainyapun Iran dikenai sanksi 10 kali lipat, Iran tak akan berhenti menyokong Palestina,” tegasnya.
Dilaporkan bahwa selama triwulan pertama tahun 2016 ini telah dilakukan berbagai upaya intensif untuk mempererat hubungan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dengan Iran. Orang yang bertanggungjawab di bidang ini adalah anggota senior Hamas Mousa Abu Marzook, dan dalam rangka ini telah dia telah melakukan pertemuan rahasia dengan para petinggi Iran dan Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon.

Naifnya, hubungan Iran dengan Hamas saat itu justru sempat tegang lagi karena tersiar rekaman suara percakapan Abu Marzook yang mengatakan Iran “bohong besar” mendukung Palestina. Dalam percakapan dengan sesama anggota Hamas itu dia menganggap Iran menjadikan Palestina sebagai batu loncatan untuk menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain.

Kalangan yang dekat dengan Iran di pihak Hamas lantas bergerak mengendalikan dampak tersiarnya rekaman itu. Abu Marzook lantas kembali berkunjung ke Beirut dan berusaha mengadakan pertemuan dengan para pejabat Iran.

Selanjutnya, delegasi Hamas pimpinan Mohammad Nasr dan Usamah Hamdan serta beberapa faksi pejuang Palestina lainnya berkunjung ke Iran serta mengikuti perayaan HUT revolusi Islam Iran 11 Februari 2016.

Pada kesempatan itu delegasi faksi-faksi pejuang Palestina tersebut mengadakan pertemuan dengan para petinggi Iran. Namun yang paling spektakuler dan terbuka ialah pertemuan mereka dengan jenderal kondang Iran Qassem Soleimani. (Baca: “Satria Gelap” di Balik Perundingan Nuklir Iran)

Mengutip keterangan berbagai sumber, al-Mayadeen menyebutkan bahwa dalam pertemuan delegasi Hamas dengan Soleimani itu dibicarakan gambaran utuh untuk tahapan perjuangan ke depan.

Namun Soleimani tak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap kasus beredarnya rekaman suara Abu Marzook. Sebab di mata Soleimani, Abu Marzooklah yang selama ini berhubungan langsung dengan Iran sehingga tahu persis bahwa dalam situasi yang tersulit sekalipun Iran tetap tak berhenti membantu perjuangan rakyat Palestina.

Dia menegaskan, “Sikap Republik Islam Iran mengenai Palestina tetap solid, baik sebelum maupun sesudah perjanjian nuklir. Perlu kami tegaskan dengan suara lantang bahwa perundingan kami dengan Barat hanya berkenaan dengan isu nuklir dan sama sekali tak menyentuh isu lain.”

Dia menambahkan, “Di hadapan Anda semua kami menegaskan bahwa seandainyapun tekanan dan sanksi terhadap kami ditingkatkan hingga 10 kali lipat kami tetap tidak akan pernah mencampakkan cita-cita Palestina, dan inilah sebab mengapa Kongres Amerika Serikat (AS) bersikukuh pada sikapnya yang anti Iran dan menganggap Teheran sebagai pendukung terorisme dan Palestina.”

Dia menegaskan bahwa Iran tidak pernah melakukan proses tawar menawar dengan AS dalam soal Palestina.

Dia menjelaskan, “Sebagaimana Anda ketahui, sebagian orang mengatakan kami menyokong Palestina hanya demi kepentingan kami sendiri. Namun apa yang sudah terargumentasikan selama ini ialah bahwa kami tidak pernah bersedia berundingan atau mencapai kesepakatan dengan AS mengenai isu Palestina. Kami tegaskan lagi kepada Anda semua bahwa dukungan Iran kepada Palestina tetap berlanjut. Hanya saja, volume dukungan ini memang terkadang berkurang, tapi hal ini semata-mata hanya karena faktor situasi ekonomi, bukan karena perubahan kebijakan politik.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL