iran soleimaniTeheran, LiputanIslam.com – Komandan pasukan elit al-Quds yang bernaung di bawah Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Jenderal Qasem Soleimani , mengecam keras tindakan rezim Bahrain mencabut kewarganegaraan ulama besar Muslim Syiah Bahrain Syeikh Isa Qassim.

Seperti dilansir al-Alam, Senin (20/6), jenderal tersohor Iran yang banyak terlibat dalam perang melawan terorisme di Irak dan Suriah itu mengingatkan bahwa tindakan rezim Bahrain tersebut dapat mengobarkan konflik di Bahrain dan kawasan secara umum.

“Bangsa Muslim tertindas Bahrain sudah bertahun-tahun menanggung kezaliman, diskriminasi, penghinaan dan kekerasaan anti kemanusiaan yang dilakukan rezim al-Khalifa. Mereka mendapat tekanan hebat dan mendapat perlakuan sektarian dari rezim al-Khalifah, termasuk penangkapan beberapa tokoh politik dan agamawan, pemenjaraan kaum perempuan dan anak kecil, penyiksaan terhadap mereka, pencabutan kewarganegaraan, penistaan hak sipil mereka, dan puluhan kejahatan lainnya. Namun demikian, apa yang dilakukan bangsa yang cerdas dan penyabar ini hanyalah berusaha mendapatkan hak-haknya secara adil dan dalam bentuk yang damai sehingga tak ada alasan bagi rezim al-Khalifa. Meningkatkatnya tekanan rezim ini terhadap mereka bahkan tak mendorong mereka untuk mengubah cara damai tersebut,” ujarnya.

Soleimani menambahkan, “Keluarga al-Khalifa sedemikian keras kepala sehingga kian hari kian menambah kejahatan dan tekanannya terhadap rakyat Bahrain, berusaha membelenggu kecerdasan dan gerakan damai bangsa ini sembari memanfaatkan kebungkaman PBB, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.”

Dia menegaskan bahwa penangkapan tokoh oposisi Bahrain Syeikh Salman dan para politisi dan agamawan lainnya merupakan tindakan ilegal yang dilakukan di tengah kebungkaman lembaga-lembaga internasional, dan sekarang rezim Bahrain “mengancam kehormatan ulama besar dan pemimpin agama Muslim Syiah di Bahrain, Ayatullah Syeikh Isa Qassim, sehingga menciptakan keresahan di tengah publik regional dan Bahrain.”

Dia mengingatkan, “Tak syak lagi bahwa rezim Bahrain tahu persis bahwa pelanggaran terhadap kehormatan Ayatullah Syeikh Isa Qassim yang merupakan garis merah bagi bangsa ini dapat menyulut kobaran api di Bahrain dan kawasan secara keseluruhan. Mendapat perlakuan demikian, tak ada jalan bagi rakyat Bahrain kecuali perlawanan bersenjata. Ini akan membuat rezim al-Khalifa harus membayar mahal dan akan berujung pada kemusnahan rezim diktator ini.”

Kecaman Tokoh Irak

Mantan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki juga mengecam kesewenang-wenangan rezim Bahrain terhadap Syeikh Isa Qassim.
“Dengan perlakuan ini rezim al-Khalifa sedang menggiring Bahrain menuju konflik bernuansa mazhab,” katanya.syeikh qassim bahrain

Kantor berita Bahrain melaporkan bahwa pencabutan kewarganegaraan Syeikh Isa Qassim diputuskan menyusul adanya permintaan dari kementerian dalam negeri Bahrain, Senin (20/6). Kementerian ini menuduh Syekh Qassim sebagai penebar sektarianisme dan berusaha memecah belah masyarakat Bahrain.

Beberapa saat setelah keputusan itu diumumkan, para pendukung dan simpatisan Syeikh Qassim berkonsentrasi di sekitar rumah Syeikh ini di desa Diraz sembari membawa poster-poster Syeikh dan meneriakkan yel-yel dukungannya.

Direktur lembaga advokasi Institut Bahrain untuk Hak Asasi dan Demokrasi, Sayed Alwadaei, sebagaimana dilansir Aljazeera, mengatakan bahwa keputusan itu dapat memperluas ketegangan dan rawan menjurus kepada kekerasan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL