tentara saudi di perbatasan yamanRiyadh, LiputanIslam.com – Militer Arab Saudi menyatakan satu perwira tingginya, Mayjen Abdulrahman bin Saad al-Shahrani, terbunuh akibat serangan pasukan Yaman di wilayah perbatasan kedua negara.

Jenderal yang menjabat sebagai komandan Brigade ke-18 itu tewas di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Dia menjadi perwira tertinggi Saudi yang terbunuh di perbatasan selama Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak Maret lalu sampai sekarang.

Sebagaimana diberitakan AFP, tanpa menyebutkan kapan dia terkena serangan, statemen militer Saudi hanya menyatakan bahwa dia meninggal pada hari Minggu kemarin (23/8).

Sebelumnya, kantor berita Saudi, SPA, memberitakan bahwa satu petugas penjaga perbatasannya terbunuh akibat serangan roket “pemberontak anti pemerintah Yaman” yang menimpa sebuah pos di wilayah Hazan, Saudi.

Menurut AFP, lebih dari 50 orang Saudi yang sebagian besar adalah militer terbunuh di wilayah perbatasan Saudi-Yaman sejak pasukan koalisi Arab pimpinan Riyadh melancarkan serangan udara ke Yaman untuk menumpas milisi Ansarullah (Houthi).

Sementara itu, sumber Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan bahwa militer dan pasukan rakyat Yaman berhasil menjatuhan helikopter militer Apache milik Uni Emirat Arab di kawasan di Ludar yang terletak di antara provinsi Baida dan provinsi Abyan, Yaman.
Sebagaimana dilansir kantor berita Yaman, Saba, Minggu (23/8) sumber itu mengatakan heli Apache itu terhempas setelah dihantam roket dari darat ke udara ketika berusaha membantu pasukan teroris al-Qeada dan “pasukan bayaran” Arab Saudi.

“Ini adalah Apache kedua yang berhasil dirontokkan dalam dua hari terakhir ini berkat semangat juang angkatan bersenjata dan komite-komiter revolusi yang telah mencetak kepahlawanan yang terindah dalam perlawanan terhadap agresi Saudi beserta para anteknya, al-Qaeda dan lain-lain,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa milisi al-Qaeda dan pasukan pro-Saudi berusaha bergerak maju di balik kawasan Ludar, namun mereka direaksi oleh pasukan perlawanan rakyat Yaman hingga mereka mundur setelah menderita banyak kerugian jiwa dan materi.

Sejauh ini sudah ada empat helikopter Saudi dan sekutunya yang rontok di Yaman sejak Saudi memulai serangan udara ke yaman pada Maret lalu. Sabtu lalu (22/8) dilaporkan bahwa heli Apache milik Saudi juga tertembak jatuh oleh milisi Ansarullah di provinsi Jazan, Saudi.
Puluhan Orang Tewas di Taiz

Sekitar 80 orang yang sebagian besar warga sipil terbunuh dalam satu hari akibat serangan udara Saudi dan pertempuran darat yang berkobar di provinsi Taiz.

Juru bicara Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Rima Kamal, saat mengabarkan hal tersebut mengatakan hampir mustahil mendapat data korban tewas secara rinci, karena di bawah reruntuhan masih ada korban tewas dan atau luka.

Secara terpisah, organisasi Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières/MSF) menyatakan sebanyak 65 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara di Taiz.

Tentara Yaman dan Ansarullah telah mengerahkan perlengkapan militernya dalam jumlah besar di gerbang kota Taiz untuk operasi pembebasan kota ini.

Kantor berita Yaman, Saba, mengutip keterangan seorang petinggi militer Yaman bahwa beberapa kawasan di provinsi Taiz, yaitu al-Dhabab, al-Ruba’i, Jabal al-Mun’im, Jabal Bahabah dan al-Raudh telah “dibersihkan dari noda teroris al-Qaeda dan pasukan bayaran Riyadh”.

Para saksi mata mengatakan bahwa di kota Aden terlihat banyak peralatan tempur Uni Emirat Arab, termasuk kendaraan lapis baja, tank, mortir dan roket. Selain itu, terlihat pula puluhan ekstrimis al-Qaeda bergerak menuju provinsi Taiz.

Di bagian lain, enam nelayan tewas di provinsi Hudaida setelah perahunya diserang, sementara di Ibb serangan udara Saudi menghantam sebuah resor, kemudian di Ma’rib dan beberapa kawasan di provinsi Sa’dah sereangan Saudi menyasak rumah sakit umum al-Jafrah dan komplek tenaga medis.

Makam Wali Diledakkan

Al-Mayadeen melaporkan bahwa makam wali Allah Hasan al-Bahr di desa al-Hamra, provinsi Lahij di selatan Yaman diledakkan oleh kawanan ekstrimis. Belum ada laporan mengenai motif peledakan tempat ziarah tersebut.

Saudi dan sekutunya menebar maut dan kehancuran di Yaman sejak Mare lalu dengan target menumpas Ansarullah, milisi revolusi rakyat yang berujung kaburnya presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi ke Riyadh, ibu kota Saudi.

Sebuah kelompok Yaman yang menamakan dirinya Koalisi Sipil Pemantau Kejahatan Saudi dalam jumpa pers menyatakan korban tewas mencapai lebih dari 4600 orang yang banyak di antaranya perempuan dan anak kecil, sedangkan korban luka sekitar 11000 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL