Islamabad, LiputanIslam.com –  Belakangan ini ramai dikabarkan bahwa seorang  jenderal purnawirawan Pakistan telah tampil sebagai panglima pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Hal ini lantas ditengarai oleh sebagian media sebagai peringatan Pakistan bagi Iran.

Namun demikian, jenderal purnawirawan bernama Raheel Sharif, mantan kepala staf angkatan bersenjata Pakistan, itu ternyata bergabung dengan pasukan koalisi itu dan maju sebagai panglimanya tanpa seizin pemerintah Islamabad.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, dalam keterangannya di depan Majelis Senat negara ini mengenai kabar yang beredar tersebut, Selasa lalu (10/1/2017).

“Pemerintah sama sekali tidak menerima permohonan dari mantan panglima angkatan bersenjata mengenai kebergabungannya dengan koalisi pimpinan Arab Saudi sebagai panglimanya,” kata Asif saat menjawab pertanyaan Reza Rabbani, Ketua Majelis Senat Pakistan mengenai kabar tersebut, seperti dikutip IRNA, Kamis (12/1/2017).

Menurut Daily Pakistan, Asif juga menjelaskan bahwa Raheel Sharif tiba di Pakistan dua hari yang lalu. Semula disebutkan dia bahwa ke Saudi untuk menunaikan umrah tanpa menyebutkan apapun soal tawaran pekerjaan di luar negeri. Dia mengatakan bahwa Majelis Senat akan diberitahu seandainya permohonan itu diajukan.

Senada dengan ini, Penasihat Perdana Menteri Urusan Luar Negeri, Sartaj Aziz, menyatakan Sharif tidak diberi tawaran pekerjaan di luar negeri.

Menurut UUD Pakistan, semua orang yang mengabdi di angkatan bersenjata negara ini setelah pensiun atau memisahkan diri dari angkatan bersenjata karena satu dan lain faktor maka untuk melakukan kegiatan lain, baik di pemerintahan maupun militer, harus menunggu waktu minimal dua tahun setelah pensiun. Sedangkan Raheel Sharif sekarang masih belum dua bulan menjalani masa pensiun.

Uniknya, beberapa sumber di Pakistan menyebutkan bahwa Sharif mengajukan tiga syarat untuk kesediaan dirinya diangkat sebagai komandan pasukan koalisi itu, dan syarat pertamanya ialah masuknya Iran dalam koalisi tersebut.

Pada tahun 2015 pemerintah Pakistan sempat mengaku kaget dikabarkan masuk dalam daftar 34 negara koalisi pimpinan Saudi  yang disebut-sebut untuk memerangi terorisme itu. Tapi di akhir tahun yang sama Islamabad secara resmi mengumumkan keanggotaannya dalam koalisi tersebut.

Tahun lalu dikabarkan bahwa Saudi meminta Sharif bersedia menjadi panglima pasukan koalisi, dan belakangan ini Asif membenarkan kabar tersebut.  (mm/ irna/dailypakistan)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL