Moskow, LiputanIslam.com –  Seorang jenderal purnawirawan Rusia mensinyalir adanya pengkhianatan di jajaran petinggi Rusia sehingga lebih mematuhi instruksi Rezim Zionis Israel daripada perintah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Leonid Ivashov, Ketua Akademi untuk Problema Geopolitik yang pernah menjabat direktur bidang kerjasama militer pada Kementerian Pertahanan Rusia ini dalam wawancara dengan TV RT, Kamis (20/9/2018), menyatakan bahwa masalah tersebut dapat “menjelaskan mengapa sistem canggih semisal S-300 dan S-400 tidak diserahkan kepada Suriah.”

Dalam wawancara mengenai insiden jatuhnya pesawat militer Il-30 milik Rusia akibat salah tembak sistem pertahanan udara Suriah saat terjadi serangan udara Israel tersebut Ivashov menyebutkan bahwa penjatuhan pesawat itu merupakan kejahatan dan agresi Israel karena jet-jet tempur Israel saat itu menyelinap di balik  Il-30, sementara sistem yang digunakan Suriah sudah usang karena di dapat pada era Uni Soviet.

Ivashov menyoal untuk apa jet tempur Israel berada di zona udara Suriah yang notabene negara berdaulat sehingga sudah sepatutnya membela diri.

Ivashov kemudian mengimbau Moskow agar merekonfigurasi hubungannya dengan Tel Aviv berdasar asumsi bahwa Israel merupakan musuh bagi Rusia, serta mencabut kesepakatan pertukaran informasi intelijen dengan Israel karena informasi ini justru digunakan oleh Israel untuk menyerang sekutu Rusia. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*