iran jenderal ahmad gholamiTeheran, LiputanIslam.com –   Satu jenderal Iran dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terbunuh dalam perang di Suriah. Kantor berita FNA milik Iran melaporkan bahwa jenderal bernama Ahhmad Gholami itu menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (30/08/2016), beberapa jam setelah menderita luka parah dalam pertempuran pasukan Suriah melawan kawanan pemberontak dan teroris di kota Aleppo.

Kantor berita Sputnik milik Rusia mengutip laporan media Iran bahwa dalam perang di Suriah Gholami memimpin Brigade Sayyid al-Syuhada’ yang dikirim Iran ke Suriah.

Kantor berita ISNA yang juga milik Iran mengutip sebuah keterangan bahwa Jenderal Ahmad Gholami terbunuh  dalam pertempuran yang terjadi Selasa di Aleppo.  Disebutkan pula bahwa Gholami adalah orang yang banyak menimba pengalaman militer dari peristiwa perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun pada tahun 1980-an.

Beberapa waktu lalu Iran menyatakan penasehat militernya di Suriah yang juga berasal dari pasukan elit Iran, IRGC, yaitu Mostafa Rashidpour, terbunuh di Suriah ketika sedang menjalankan misinya di kawasan Sayyidah Zainab di pinggiran kota Damaskus.

Pada tanggal 13 Agustus lalu Iran juga melaporkan bahwa jumlah pasukannya yang gugur di Suriah mencapai lebih dari 400 orang.

Seperti diketahui, Iran dan milisi Hizbullah dari Lebanon mati-matian membela pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad di depan pemberontakan dan terorisme yang sudah sekian tahun digalang oleh negara-negara Barat pendukung Israel dan beberapa negara regional yang bersekutu dengan Barat.

Pasukan pemerintah Suriah semula terdesak hebat dan banyak kota besar jatuh ke tangan teroris dan pemberontak, namun akhirnya Iran dan Hizbullah turun tangan membantu pasukan pemerintah  hingga kemudian banyak kota dan daerah berhasil direbut kembali dari tangan kawanan bersenjata.

Belakangan, Rusia juga ikut membantu pasukan Suriah hingga kota Aleppo yang menjadi basis utama pemberontakan terkepung total oleh pasukan Suriah dan sekutunya.

Pemerintah Suriah dimusuhi oleh Barat karena sejak dulu bersekutu dengan Iran dan Hizbullah sehingga pantang berkompromi dengan Israel. Selain iu, Suriah juga menjadi basis perjuangan kaum militan dari berbagai faksi perlawanan Palestina terhadap Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL