Nazaret, LiputanIslam.com –  Seorang jenderal purnawirawan Israel menyatakan bahwa problema negara Zionis ini terletak bukan di Jalur Gaza, melainkan pada membesarnya pasukan Iran di Suriah.

Sebagaimana dilansir laman Jdn milik Israel, Rabu (15/8/2018), Mayjen purnawirawan Yaakov Admiror yang pernah menjabat sebagai penasehat keamanan nasional Israel menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi Israel ialah bahwa gencatan senjata tidaklah membendung aksi setiap pihak yag memusuhi Israel, dan meskipun tentara Israel gagal dalam perang melawan Hizbullah pada musim panas tahun 2006 namun telah tercipta ketenangan di front utara Israel yang berhadapan dengan Lebanon dan Suriah.

Dia menilai pendudukan Israel atas Jalur Gaza merupakan tindakan “bodoh” karena berarti Israel memikul tanggungjawab atas dua juta orang Palestina, sementara Israel tak dapat memikulnya.

Admiror kemudian mengingatkan kepada kelompok-kelompok pejuang Palestina, terutama Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), agar tidak mencoba menyeret Israel kepada perang terhadap Gaza karena, menurutnya, reaksi Israel akan sangat telak bagi mereka.

Sementara itu, pusat media perang Hizbullah, kelompok pejuang Lebanon yang bersekutu dengan Iran, melalui halaman Twitternya pada Selasa lalu memublikasi foto-foto yang diambil oleh satuan pasukan pemantau Hizbullah dan memperlihatkan tank-tank Israel yang dikerahkan dalam latihan perang di Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Israel.

Sebelumnya Israel telah mengumumkan latihan perang tersebut di dekat perbatasan utaranya dengan Suriah di wilayah pedudukan Golan.

Publikasi foto-foto tersebut disertai catatan: “Lensa media perang (Hizbullah) di  front Lebanon memantau pengerahan musuh, Zionis, yang terlibat dalam latihan perang di wilayah pendudukan Golan dekat Sanir.” (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*