Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menyerukan kepada negara-negara musuh Iran supaya bersembunyi dalam bunker dan tempat-tempat perlindungan kalau mereka memang merasa takut kepada Iran.

“Jika musuh merasa takut terhadap kekuatan rudal kami maka seharusnya mereka berlindung ke tampat-tempat perlindungan,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara mengenang pahlawan Iran dari kota Kashan, Kamis (2/2/2017).

Dia menegaskan negaranya belum dan selamanya tidak akan pernah mengubah pendiriannya hanya lantaran mendapat tekanan dari kekuatan-kekuatan besar dunia, dan karena itu Iran akan terus mengembangkan kekuatan rudalnya dari hari ke hari.

Hubungan Iran dengan AS belakangan ini memanas menyusul pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS).  Rabu lalu  pemerintah baru Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan resmi kepada Iran dan mengancam akan menempuh langkah tegas terkait ujicoba rudal yang dilakukan Iran belum lama ini.

(Baca: Soal Ujicoba Rudal Iran, AS Ancam Akan Bertindak Tegas )

Salami menyebutkan bahwa jumlah rudal, kapal perang, dan peluncur rudal  Iran terus meningkat dari waktu ke waktu, dan bangsa Iran terus memantau dengan seksama kondisi darat, laut dan udaranya.

Menurutnya, seandainya kekuatan rudal Iran tidak sedemikian hebat dan “mendebarkan jantung AS” maka tidak akan ada kehebohan seperti sekarang.

“Kekuatan besar rudal Iran sekarang termasuk di antara sedikit kekuatan preventif terbesar di dunia,” ungkapnya.

Dia mengingatkan bahwa tanah Iran bukanlah tanah yang dapat dipijak oleh pihak asing untuk tujuan buruk.

“Di sini (Iran) adalah bumi para pejuang dan syuhada,” tegasnya.

Brigjen Salami menjelaskan bahwa sebagai bangsa yang besar, Iran selamanya tidak akan pernah terpengaruh oleh dikte kekuatan asing, konspirasi AS tidak akan dapat menggoyahkan tekad Iran, dan revolusi Islam Iran merupakan kelanjutan dari khittah pemimpin revolusi dan pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini.

Donald Trump, Kamis kemarin, kepada wartawan mengatakan bahwa segala opsi “mengemuka di atas meja” berkenaan dengan reaksi terhadap ujicoba rudal balistik Iran.

Hal ini dia katakan saat menjawab pertanyaan apakah dia membahas opsi militer sehari setelah penasehat keamanan nasionalnya mengeluarkan peringatan resmi terhadap Iran. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL