Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abdolrahim Pour Mousavi menegaskan bahwa usia Israel tinggal paling lama 25 tahun, dan ini bukan berarti bahwa prajurit Korps Garda Revolusi Islam berdiam dan tidak keluar dari Iran.

Dalam pidato pada sebuah acara peringatakan hari lahir Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib ra sekaligus hari IRGC, Sabtu (21/4/2018), dia mengatakan, “Ketika para gembong kaum arogan membuat kerangka untuk kelangsungan hidup entitas Zionis maka tak seharusnya kita membiarkan entitas terkutuk dan ilegal ini berkelanjutan.”

Dia menambahkan, “Sudah pasti bahwa 25 tahun adalah jangka waktu terlama untuk kemusnahan rezim Zionis, namun ini bukan berarti bahwa IRGC tidak akan keluar dari perbatasan untuk menyerang musuh.”

Dia juga menegaskan, “Tentara dan IRGC tidak akan diam berpangku tangan sampai sistem arogan dan rezim Zionis runtuh.”

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa tentara Israel siap meladeni segala bentuk ancaman dari Iran. Dia juga bersumpah akan memerangi siapapun yang mencoba menimpakan kehinaan kepada Israel.

Sementara itu, terkait dengan kemungkinan Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian nuklir Iran, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan negaranya siap memberikan reaksi “terduga maupun tak terduga” jika AS jadi keluar dari perjanjian.

“Badan tenaga atom kita siap sepenuhnya melakukan tindakan-tindakan yang mereka (AS) duga maupun tidak mereka duga,” katanya dalam pidato televisi, Sabtu, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk reaksi Iran tersebut. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL