iran-mayjen-hossein-baqeriTeheran, LiputanIslam.com –  Terpilihnya Donald Trump, sosok yang dikenal sentimen terhadap Islam dan umat Islam, sebagai presiden Amerika Serikat (AS) tampaknya dipandang dengan sebelah mata oleh militer Iran. Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Hossein Baqeri  dalam sebuah acara mengenang pahlawan Iran Hassan Tehrani di Masyhad, Iran, menyebut Trump “berbicara lebih besar daripada mulutnya.”

Baqeri menyatakan bahwa Iran yang dalam perang melawan Irak pada tahun 1980-an tidak memiliki rudal dan bahkan tidak ada negara yang bersedia menjual rudalnya kepada Iran, sekarang bahkan bisa membangunkan pabrik rudal di negara lain.

“Pada masa perang, tak ada negara yang sudi menyerahkan rudal kepada kita. Mereka mempertimbangkan Uni Soviet. Suriah, misalnya, mengatakan, ‘Para penjaga gudang rudal kami adalah orang-orang Rusia sehingga kami tidak bisa menyerahkan rudal.’ Libya menyerahkan sedikit rudalnya, tapi dengan syarat kemana kita akan membidiknya.  Tapi sekarang Suriah inipun sudah berada dalam kondisi sedemikian rupa sehingga beberapa tahun lalu Iran membuatkan untuknya pabrik rudal di Aleppo dan digunakan untuk perang 33 hari (Hizbullah) melawan Israel.”

Dia menambahkan, “Dengan dukungan Pemimpin Besar (Ayatullah Ali Khamenei), kekuatan rudal kita sekarang sudah sedemikian hebat sehingga musuh tak berani mengambil keputusan untuk menyerang. Orang segila perdana menteri Rezim Zionis Israelpun mengaku sudah berulangkali berada pada batas akan menyerang, tapi dicegah oleh para penasehatnya. Mereka mengatakan bahwa kesudahan perang ini tak jelas.”

Dia juga mengatakan,”Kita sudah melihat apa yang telah terjadi dalam perang 33 hari (Hizbullah vs Israel), dan itulah hasil perang (Israel) melawan salah satu sekutu Iran. Padahal, kekuatan Hizbullah tak dapat dibandingkan dengan kekuatan angkatan bersenjata Iran. Dalam perang 33 hari, hingga saat terakhirpun Hizbullah tetap gencar meluncurkan rudal-rudalnya ke Israel dan memberikan pukulan-pukulan telak terhadap rezim ini. ”

Menyinggung terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS, Mayjen Hossein Baqeri  mengatakan, “Orang yang baru berkuasa ini berbicara lebih besar dari mulutnya. Dalam kampanye dia terlalu banyak ‘makan gula’. Dia pernah mengatakan, ‘Seandainya saya ada (berkuasa) ketika para marinir (AS) ditangkapi oleh Iran di Teluk Persia, maka saya pasti bertindak lain terhadap Iran.’

Ditujukan kepada Trump, Baqeri melanjutkan,“Coba tanyakan kepada para komandan angkatan laut Anda, apa yang dilakukan oleh para marinir itu di atas kapal-kapalnya ketika ditangkap oleh Korps Garda Republik Islam (IRGC)? Mengancam Iran di Selat Hormuz hanyalah main-main saja.”

Mengenai sepak terjang Iran melawan imperialisme dan terorisme, dia menegaskan, “Kita tahu bahwa jika kita terlelap satu malam saja niscaya musuh akan terjaga, karena itu kita harus waspada.  Tanpa mengincar sejengkalpun tanah negara-negara tetangga, Iran terus memperjuangkan kepentingannya dan maslahat Islam, dan dengan mengindahkan semua prinsip yang ada, Iran membantu mereka melawan teroris dan para mustakbirin dunia, dan Iran bangga dengan ini.” (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL