العميد سلامي: الضفة الغربية ستتحول الى جحيم للصهاينةTeheran, LiputanIslam.com – Wakil komandan umum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Hossein Salami menegaskan bahwa Tepi Barat tak lama lagi akan berubah menjadi neraka bagi kaum Zionis.

“Amerika Serikat (AS) tidak sanggup menjamin keamanan bagi rezim Zionis karena semua wilayah Palestina pendudukan terjangkau oleh serangan Hizbullah, Hamas dan Jihad Islam,” ungkapnya dalam wawancara dengan TV Iran, sebagaimana dikutip Alalam Minggu (30/11).

Mengenai suplai senjata ke Tepi Barat, dia mengatakan, “Orang-orang Palestina di Tepi Barat tidak akan berlepas tangan dari urusan mereka sendiri, dan tidak akan lama lagi wilayah ini akan berubah menjadi neraka bagi kaum Zionis, dan saat itu pula orang-orang Gaza akan bertemu dengan orang-orang Tepi Barat.”

Mengenai perkembangan situasi Timur Tengah secara umum dia mengatakan, “Kami tidak akan membiarkan umat Islam di Irak, Suriah dan Lebanon menjadi korban pembantaian, dan kami juga tidak akan membiarkan peristiwa-peristiwa regional berkembang sesuai logika Rezim Zionis.”

Menanggapi terpajangnya foto komandan Pasukan Quds IRGC Mayjen Qassem Sulaimani di sampul majalah AS Newsweek, Salami mengatakan, “Mayjen Suleimani adalah sosok pemikir, pemberani, berpengaruh, siap berkorban, memiliki semua karakteristik komandan militer strategis, dan tahu persis rencana-rencana musuh, dan apapun yang ditulis oleh orang-orang AS tentangnya tidak akan bisa mendistorsi bahkan satu aspekpun dari kepribadian Suleimani.”

Tentang kekuatan militer Iran sendiri dia memaparkan, “Rudal-rudal kami sekarang dapat menyasar musuh di manapun mereka berada. Rudal-rudal ‘pantai ke laut’ kami dapat menerjang semua obyek laut musuh di kedalaman laut, radar-radar kami dapat memantau satelit-satelit musuh, pesawat-pesawat nirawak kami dapat memburu gerakan musuh hingga ribuan kilometer di luar perbatasan, dan satelit-satelit kami dapat mengirim gambar-gambar yang diinginkan dari luar angkasa. Inilah kesiapan pemikiran yang dapat melampaui batas-batas ilmu pengetahuan.”

Tentang fenomena kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah hasil pertemuan kepentingan strategi AS, Inggris, Israel dan Arab Saudi.

Dia juga mengingatkan bahwa penduduk Ahlussunnah yang menjadi korban keganasan ISIS lebih banyak daripada penduduk Syiah.
“Karena itu kami tidak pilih kasih dalam memberikan bantuan kepada umat Islam (Sunni maupun Syiah),” ungkapnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL