بوردستان: استراتيجية اميركا هي اثارة الحروب الطائفيةTeheran, LiputanIslam.com – Panglima Angkatan Darat Iran Brigjen Ahmad Reza Pourdastan menyatakan AS tetap musuh besar dan nomor wahid Iran, dan bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di Timteng bertumpu pada pengobaran perang sektarian dengan cara membidani kelahiran kelompok-kelompok teroris takfiri semisal ISIS.

“Kita memang bersepakat dengan AS di bidang nuklir, dan kita bekerjasama dengannya di bidang-bidang seperti olah raga dan musium, tapi permusuhan AS terhadap kita sudah mengakar kuat, dan ini dapat kita lihat jelas melalui statemen-statemen para pejabat AS pasca perjanjian nuklir,” ujarnya, seperti dilansir Fars News.

Dia menambahkan, “Imam Khomaini memandang AS sebagai musuh besar, dan sudah seharusnya kita mengetahui pula bahwa permusuhan mereka terhadap kita tidak akan pernah berakhir, karena garis merah mereka adalah Israel, sedangkan kita memusuhi entitas pembunuh anak-anak kecil ini… Di AS bicara apa saja diperbolehkan, termasuk membuat film anti fasisme mereka, tapi pembicaraan dan tema apapun yang anti Zionis tetap dianggap sebagai pantangan.”

Jenderal Pourdastan memastikan AS tidak bisa berbuat apapun terhadap Iran melalui “perang keras” sehingga Washington mengubah strateginya di Timteng.

“Strategi AS di kawasan ialah membangkitkan konflik bermotif sektarian, dan dalam konteks inilah mereka menyokong terorisme dan takfirisme di kawasan, termasuk ISIS. Organisasi teroris ini mencoba mendekati perbatasan kita namun gagal akibat kesiagaan satuan-satuan angkatan darat kita. Angkatan bersenjata kita memantau semua pergerakan, sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan oleh bangsa kita.”

Menurutnya, meskipun ancaman ISIS bersifat militer dan datang dalam konteks perang keras, namun tujuan final dan esensialnya adalah “sasaran lunak”, yaitu mencemarkan citra Islam.

“AS memusatkan semua kekuataannya untuk perang lunak karena mengincar masa depan, hendak berbuat sesuatu terhadap generasi yang akan datang dan mengubah identitas mereka. Karena itu kita harus peka terhadap keluarga dan anak-anak kita,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL