yahya rahim safavi iranTeheran, LiputanIslam.com – Penasehat pemimpin besar Iran Mayjen Yahya Rahim Safavi menilai serangan Turki terhadap jet tempur Rusia sebagai kesalahan yang berdampak fatal.

“Penembakan jet tempur Su-24 Rusia di angkasa Suriah, meski sekedar insiden taktis, tapi akan menimbulkan dampak-dampak strategis. Turki akan celaka. Karena di samping sudah lima tahun membantu teroris bayaran serta mengacaukan keamanan di Suriah dan Irak, Turki juga telah melakukan kesalahan strategis dalam insiden ini, dan sudah pasti iaakan membayar mahal atas insiden ini,” katanya di hadapan pasukan relawan Iran, Basij, di Isfahan, Iran, sebagaimana dilansir Alalam, Kamis (26/11).

Safavi secara blak-blakan juga menegaskan bahwa dalam perang melawan terorisme di Irak dan Suriah terdapat dua kubu; satu dipimpin Amerika Serikat (AS), Israel, Saudi, Turki dan Yordania dan yang lain dipimpin Iran, Rusia, Irak, Suriah dan Hizbullah Lebanon.

Secara terpisah, komandan Basij Brigjen Mohammad Reza Naqdi dalam wawancara dengan al-Ahed menegaskan negaranya akan terus menyokong Palestina, sekaligus tidak akan membiarkan Suriah sendiri dalam perang melawan terorisme.

“Apa yang terjadi sejak beberapa tahun lalu merupakan terorisme global yang belum pernah ada sebelumnya, apalagi para teroris telah melakukan kejahatan-kejahatan yang paling sadis,” ungkapnya.

Dia menuding AS sebagai biang bencana terorisme yang melanda Timur Tengah.

“Setelah gagal dan gagal lagi dalam beberapa tahun lalu, termasuk di kancah politik, AS sengaja membentuk kelompok-kelompok bersenjata untuk mengguncang keamanan kawasan dan memecah belah umat Islam,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa tugas lain para teroris ialah mencoreng citra Islam di mata Barat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL