Major-General-Hossein-SalamiSanandaj, LiputanIslam.com – Wakil Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran Mayjen Hossein Salami menyatakan negara mampu menggempur kapal induk musuh dengan rudal-rudal supersonik. Bersamaan dengan ini, Komandan Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abdul Rahim Mosavi mengumumkan bahwa Iran tak lama lagi akan menggelar latihan perang secara besar-besaran.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, dalam sebuah acara peringatan persatuan antara sekolah agama (hauzah ilmiah) dan universitas di kota Sanandaj, bagian barat Iran, Kamis (18/12), Mayjen Hossein Salami “Dengan mudah kita dapat menyerang kapal induk musuh dengan rudal supersonik, dan kita menguasai teknologi sangat mutakhir yang akan memukau lawan. Iran berhasil meraih kemajuan sains dan teknologi meskipun dikenai embargo, dan musuh tidak bisa membayangkan kemampuan sains kita.”

Dia menambahkan bahwa musuh-musuh Iran sendiri paling tidak sudah mengakui keberhasilan Iran di bidang teknologi nuklir damai serta fungsinya untuk pertumbuhan dan kemajuan negara.

“Di tengah tekanan sanksi dan blokade sains yang dilakukan musuh, kita justru mencetak semua prestasi ini, dan sekarang kita berani mengklaim tak ada negara yang mencapai teknologi rudal kita, dan kita memandangnya tergolong yang terbaik di dunia,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, “Ketika kita dapat membangun reaktor-reaktor modern, kilang-kilang pribumi, waduk-waduk raksasa, pesawat-pasawat nirawak, dan ketika kita mampu memantau satelit musuh dengan radar-radar mutakhir kita dan kitapun mampu menghasilkan produk-produk canggih, maka semua ini adalah bukti keberhasilan spirit dan semangat taktis yang ada pada para ilmuwan kita.”

Sementara itu, Iran kini sedang mempersiapkan latihan perang besar yang dijadwalkan akan dimulai pada 25 Desember mendatang untuk menguji senjata dan taktik baru.

Sebagaimana dilaporkan FNA, Komandan Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abdul Rahim Mosavi dalam jumpa pers Kamis kemarin mengatakan, “Manuver besar akan digelar pada 25 hingga 31 Desember dengan melibatkan berbagai satuan Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Pertahanan Udara.”

Menurutnya, latihan perang ini akan dilangsungkan di lokasi seluas 2.2 juta kilometer persegi, dan pada hari terakhir akan digelar parade pasukan maritim dan kapal selam. Bagian maritim akan digelar di bagian utara Samudera Hindia hingga Selat Hormuz dan kawasan pantai Makran, sedangkan bidang darat akan meliputi kawasan yang lebih luas lagi di provinsi Sistan Balucistan dan sebagian wilayah provinsi Hormozgan.

Dia menegaskan bahwa manuver ini digelar antara lain dalam rangka mengantasipasi berbagai ancaman musuh-musuh Iran, memperlihat kekuatan Iran, dan sekaligus membawa pesan perdamaian dan persahabatan yang langgeng dengan semangat persatuan Islam dan regional. Selain itu, manuver ini juga untuk mengasah kemampuan angkatan bersenjata Iran dalam menghadapi ancaman terorisme.

Dia juga mengingatkan bahwa negaranya menentang keberadaan militer asing di kawasan serta tetap pada pendiriannya bahwa keamanan dan stabilitas regional harus digalang oleh negara-negara regional sendiri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL