iran brigjen masoud jazayeriTeheran, LiputanIslam.com – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Brigjen Masoud Jazayeri menyatakan Amerika Serikat (AS) bermaksud melakukan aksi balas dendam di Irak atas kekalahannya di Suriah.

“Kalah di Suriah, AS ingin melakukan aksi balas dendam di Irak,” ungkap Jazayeri Senin (16/6/2014).

Dia mengatakan ada bukti-bukti tak terbantahkan bahwa AS, Rezim Zionis Israel, Inggris serta negara-negara “reaksioner” terlibat di balik krisis Irak. Mereka memenej konflik yang sedang melanda Irak sekarang.

Jayezeri mengaku yakin bahwa pemerintah negara-negara itu bermain dengan peran masing-masing di balik perang terhadap kehormatan dan martabat bangsa Irak. Dia juga berpendapat masih ada beberapa negara dan kelompok lain yang terlibat. Dia mengatakan akan mengungkap siapa mereka pada momen yang tepat.

Dia optimis bahwa persekongkolan besar terhadap Irak itu akan kandas.

“Tidak seperti upaya-upaya frustatif yang dilakukan oleh beberapa negara antek dan orang-orang bayaran Si Setan Besar (AS), resistensi akan semakin kokoh di kawasan (Timur Tengah), dan front mustakbirin tidak mungkin dapat menumpasnya,” ujar Jazayeri.

“Api yang dikobarkan para teroris antek AS, Eropa dan rezim-rezim reaksioner di kawasan tidak lama lagi akan melalap mereka sendiri,” pungkas Sang Jenderal Iran.

Telah diberitakan sebelumnya, ungkapan senada juga dikemukakan oleh Komandan Operasi Militer Provinsi Anbar, Irak, Letjen Rashid Falih Senin (16/6/2014). Dia menyatakan ada empat dinas intelijen negara regional Timur Tengah yang bekerjasama untuk menjatuhkan Baghdad, ibu kota Irak, ke tangan teroris. Dia juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Eropa menggalang konspirasi yang bertujuan menjadikan Irak sebagai “spons” untuk menyerap teroris dari berbagai penjuru dunia.

Untuk diketahui, situasi keamanan di Irak genting menyusul serbuan militan ISISI ke kota Mosul, provinsi Ninawa, 10 Juni lalu. Kota ini bersama seluruh wilayah provinsi itu sempat jatuh sepenuhnya selama beberapa hari ke tangan ISIS. Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga penuh, ratusan ribu penduduk terpaksa mengungsi, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS, dan tentara Irak bersama ribuan relawanpun bangkit untuk menumpas ISIS. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL