iran ali fadaviTeheran, LiputanIslam.com – Para jenderal pasukan elit Iran menegaskan kembali apa yang pernah dinyatakan sebelumnya oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatollah Ali Khamenei bahwa jika Saudi tidak kooperatif terkait Tragedi Mina maka kesabaran Iran akan habis.

“Akhir kesabaran Republik Islam Iran ialah memberikan pelajaran kepada Arab Saudi yang telah menyebabkan terjadi Tragedi Mina yang menelan ribuan korban jiwa, luka, dan hilang jemaah haji, termasuk ratusan jemaah haji Iran,” kata Komandan Angkatan Laut Garda Republik Islam Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi dalam wawancara eksklusif dengan TV Alalam pada acara “Min Tehran” (Dari Teheran), Minggu (4/10).

Secara lebih rinci dia memaparkan, “Semua perencanaan IRGC serta kekuatan dan kesiapannya didasarkan pada ancaman dan kekuatan Amerika Serikat (AS). Kekuatan yang dimiliki AS jelas tak dapat dibandingkan dengan Saudi, sedangkan kami ketika menghimpun kekuatan untuk menghadapi ancaman yang 100 persen berasal dari armada AS, maka ancaman dari Saudi yang tidak sampai 5 persen atau maksimal 10 persen dalam kondisi terbaiknya jelas tidak ada artinya bagi kami. Sebagai contoh, semua minyak Saudi diekspor melalui kawasan Teluk Persia, dan yang lebih penting lagi semua ekspor minyak negara ini terletak di kawasan timur dan Teluk Persia. Dari sini dapat dikatakan banyak titik kelemahan AS, tapi titik kelemahan Saudi sama sekali tak dapat dibandingkan dengan AS.”

Lebih jauh Fadavi mengatakan bahwa negaranya bisa jadi perlu memberi pelajaran kepada negara-negara yang “bertingkah”.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini kami merasa bertanggungjawab untuk membela negara-negara Islam… Meskipun para penguasa negara-negara ini tidak ada kaitannya dengan Islam, tapi bangsa-bangsanya adalah bangsa-bangsa Muslim dan terletak di wilayah geografi Islam. Kami selalu memandang kita semua seperti keluarga besar yang bisa jadi ada sebagian anak kecilnya nakal dan mengganggu sehingga kakaknya harus memberi pelajaran dan meluruskannya.”

Dia menambahkan, “Atas dasar ini ketika kami memiliki kekuatan untuk membendung ‘Setan Besar’ (AS) maka tidak ada yang nama membendung ‘Setan Kecil’ karena tema demikian memang tidak ada. Dengan kata lain, pembicaraan mengenai ancaman dan gangguan setan-setan kecil bukanlah urusan kami. Kekuatan yang dimiliki Angkatan Bersenjata dan IRGC sudah cukup untuk menjadi pelajaran bagi setan-setan kecil. Buktinya yang paling nyata ialah bahwa sampai sekarang Setan Besar belum pernah menyerang kami kecuali sebatas kata karena mereka tahu persis kekuatan kami. Seandainya sekarang mereka bisa melakukannya maka tidak mungkin mereka menundanya besok.”

Sementara itu, Komandan pasukan dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh menilai rezim Saudi lalai dalam mengelola ibadah haji karena konsentrasinya terfokus pada pesta darah di Yaman.

“Ketika penguasa Saudi memfokuskan upayanya untuk mengagreasi dan membantai rakyat Muslim Yaman yang teraniaya dan tak berdaya, dan ketika mereka terlibat dalam aksi petualangan di kawasan maka praktis mereka lalai dalam pengelolaan perkumpulan besar yang mencerminkan persatuan umat Islam dalam manasik haji, dan dari sini kemudian terjadi peristiwa yang sedemikian tragis itu,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL