tentara irak01Baghdad, LiputanIslam.com – Komandan Operasi Anbar, Letjen Qasim al-Mohammadi terluka akibat seranggan mortir kawanan teroris ISIS di utara Ramadi. Demikian dilaporkan Aljazeera dan Sky News, Minggu (23/8)

Al-Sumaria News juga melaporkan demikian, namun menyebutkan bahwa peristiwa serangan itu terjadi di timur dan bukan utara Ramadi.

Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi jenderal Irak tersebu.

Di Mosul kelompok teroris takfiri itu juga dikabarkan telah mengeksekusi 39 anggota tentara dan polisi Irak yang mereka culik pada Juni 2014.

“Aksi ini menunjukkan bahwa kelompok teroris ini juga terus mengincar para pegawai pemerintah,” ujar Said Mamuzini, kepala bidang media Partai Demokrasi Kurdistan.

Sumber lokal provinsi Kirkuk mengatakan ISIS Minggu pagi memblokir dua desa di kawasan al-Huwaijah, 55 km barat daya Kirkuk kemudian mencokok 20 warga dan membawa mereka entah ke mana.

ISIS menyerbu dan berhasil menguasai Mosul, kota kedua terbesar di Irak, pada 10 Juni 2014. ISIS kemudian juga menguasai beberapa kawasan lain di Irak utara dan menebar berbagai aksi kejahatan yang menggemparkan dunia, termasuk pembantaian massal, pemboman situs-situs sejarah dan tempat-tempat suci, serta penawanan, pemerkosaan dan perdagangan kaum perempuan.

Sementara itu, AFP mengutip pernyataan petinggi militer Irak bahwa delapan anggota ISIS tewas diserang tentara Irak yang dibantu relawan di barat kota Ramadi, ibu kota provinsi Anbar. Pejabat yang tak disebutkan namanya itu mengatakan, “Dalam operasi masif yang melibatkan berbagai satuan angkatan bersenjata dan pasukan relawan, delapan teroris ISIS terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka.”

Dia menambahkan bahwa dalam peristiwa itu pasukan Irak berhasil merebut banyak amunisi dan senjata berat dan sedang dari tangan ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL