قائد عمليات: سنرفع علم العراق قريباً في الموصلBaghdad, LiputanIslam.com – Panglima komando militer Salahuddin, Irak, Brigjen Ali al-Furaiji, Jumat (22/8) menegaskan bahwa pasukan keamanan Irak dalam waktu dekat akan mengibarkan kembali bendera Irak di kota Mosul dan Anbar yang dewasa ini masih dikuasai oleh kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Bersamaan dengan ini dilaporkan pula bahwa empat unit helikopter telah mendarat di kota Amirli untuk menyalurkan bantuan kepada ribuan penduduk Syiah yang dikepung oleh ISIS.

Brigjen Furaiji menyebutkan bahwa pasukan elit Irak bersama satuan pasukan lainnya mulai melancarkan operasi serangan masif untuk membersihkan wilayah utara Irak dari milisi ISIS. Menurutnya, sebagian anggota ISIS kabur ke sahara al-Jazirah dan negara-negara jiran sambil membawa harta hasil jarahan mereka.

“Dalam waktu dekat akan ada pengibaran bendera Irak di Mosul dan Anbar sebagaimana kami mengibarkannya di Salahuddin. Kami tegaskan pula bahwa operasi terus dilakukan untuk pembersihan provinsi ini dari bom-bom yang dipasang di berbagai wilayah yang telah ditinggalkan oleh ‘para tikus’ ISIS, demi pemulihan keamanan kawasan ini dan untuk memulai kebijakan baru bagi pemulangan penduduk ke rumah mereka,” ungkap Furaiji dalam statemennya, sebagai dilansir lembaga pemberitaan Irak, WA’, Sabtu (23/8).

Dia menambahkan, “Cekikan terhadap tikus-tikus ISIS terus menguat, tali temali pasukan keamanan kami terus menjerat leher mereka yang tercemar racun sektarianisme dan kedengkian terhadap persatuan Irak itu. Di saat kami terus melakukan pembersihan Salahuddin dari kotoran mereka, pasukan elit dan angkatan bersenjata lainnya mulai melancarkan operasi serangan untuk pembersihan Irak utara. Operasi itu dipermudah oleh keberhasilan mereka menguasai Bendungan Mosul untuk kemudian mengalir secara bertahap menuju kota (Mosul) untuk pembersihannya secara total. “

Menurutnya, bersamaan dengan pergerakan maju pasukan Irak menuju sarang-sarang ISIS, pihaknya mendapatkan informasi dari penduduk suku-suku setempat di provinsi Nineveh tentang kaburnya para petinggi ISIS ke beberapa negara lain, termasuk Suriah, sambil memboyong harta benda penduduk yang mereka jarah.

“Mereka telah menunjukkan kepada seluruh dunia ketakutan sekaligus kebrutalan mereka terhadap bangsa Irak,” ujarnya sembari menyebutkan bahwa kejahatan mereka telah mengobarkan kebangkitan suku-suku Irak di Nineveh untuk turut berjuang membasmi ISIS sebagaimana suku-suku lain di provinsi Salahuddin dan Anbar.

Sementara itu, empat unit helikopter telah mendarat di kota Amirli, provinsi Salahuddin, Jumat (22/8) untuk menyalurkan bantuan kepada ribuan penduduk yang terkepung oleh pasukan ISIS.

Kepala Administrasi Amirli, Adil Shakur al-Bayati, kepada lembaga pemberitaan Waradana Sabtu (23/8) mengatakan bahwa beberapa helikopter Irak telah menggempur posisi-posisi ISIS di kawasan sekitar kota Amirli untuk mengamankan pendaratan empat helikopter lain pembawa bantuan kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, sejumlah anggota ISIS tewas akibat gempuran pasukan udara Irak terhadap beberapa kendaraan logistik ISIS di sebuah jalan yang menghubungkan Amirli dengan Sulaiman Bek.

Beberapa waktu lalu para pejabat lokal Amirli meminta dikirim bantuan kemanusiaan secepatnya dan dilakukan upaya pemecahan kepungan ISIS tersebut. Mereka menyatakan sudah lebih dari dua bulan kota itu dikepung ISIS. Penduduk setempat melawan ISIS dengan perlengkapan seadanya, dan kondisi mereka terus melemah akibat minimnya air dan bahan makanan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL