AS Jenderal Joh F CampbellAnkara, LiputanIslam.com – Kecurigaan Turki terhadap Amerika Serikat (AS) terkait upaya kudeta yang gagal di Turki tampak kian menggelinding panas . Harian Turki Yeni Safak, Senin (25/7), merilis pernyataan sumber-sumber investigasi bahwa mantan komandan pasukan NATO di Afghanistan, Jenderal Purn. Amerika Serikat (AS) John F. Campbell adalah otak di balik upaya kudeta tersebut.

Sebagaimana dikutip RT, koran konservatif Turki yang mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu melaporkan, Jenderal John. Campbell, 59 tahun, “adalah salah satu tokoh papan atas yang mengorganisasi dan mengatur pasukan yang berada di balik upaya kudeta gagal di Turki.”

Menurut Yeni Safak, Campbell “juga mengatur aliran dana lebih dari 2 miliar dolar AS melalui transaksi di UBA Bank di Nigeria ke personel militer pro-kudeta di Turki.”

Dia memanfaatkan jaringan CIA serta melakukan “sedikitnya dua kali kunjungan rahasia” ke Turki sejak Mei untuk mengupayakan kudeta yang , menurut pemerintah Turki, dilakukan oleh apa yang disebutnya Organisasi Teroris Fethullah (FETO).

Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengingatkan bahwa hubungan Ankara dengan Washington bisa terusik jika AS tidak mengekstradisi ulama Turki yang berbasis di AS, Fethullah Gulen, musuh ideologi Erdogan.

Washington sendiri berulang kali mendesak Turki supaya memberikan bukti kuat mengenai keterlibatan Gulen sebelum pembicaraan mengenai kemungkinan ekstradisi Gulen.

Yeni Safak menyebutkan bahwa Campbell melakukan pertemuan rahasia di pangkalan militer Erzurum dan pangkalan udara Incirlik di Turki, dan dia mengarahkan proses pembuatan daftar hitam para perwira militer di pangkalan itu.

“Uang jutaan dolar telah ditransfer dari Nigeria ke Turki oleh sekelompok personel CIA. Uang itu didistribusikan kepada 80 anggota tim khusus CIA, dan digunakan untuk meyakinkan para jenderal pro-kudeta. Setelah mengambil uang dari rekening bank mereka, tim CIA menyerahkannya kepada teroris berpakaian militer,” lapor Yeni Safak .

Ibrahim Dogus, direktur Centre for Turkey Studied and Development di London menilai pemerintahan Turki dan Presiden Erdogan menggunakan laporan ini untuk menekan AS agar mengekstradisi Gulen.

Dia mengatakan, “Presiden Erdogan telah berupaya memburu jaringan ini, mereka yang loyal terhadap Gulen.”
Belum ada tanggapan dari Campbell mengenai laporan media Turki tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL