houthi  yamanSanaa, LiputanIslam.com – Presien Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi menginstruksi kepada angkatan bersenjata negara ini supaya bersiaga menjelang ultimatum kelompok Syiah Zaidiyah al-Houti supaya Presiden memilih antara membatalkan keputusan pengurangan subsidi bahan bakar minyak atau mundur dari kekuasaan.

Dalam dua hari terakhir kelompok al-Houthi telah melancarkan gelombang protes besar-besar yang melibatkan puluhan ribu warga di ibu kota Yaman, Sanaa. Sebagaimana dilaporkan Asharq al-Awsat, mereka memberi tenggat waktu hingga hari ini, Jumat (22/8), untuk membatalkan keputusan itu. Jika tidak dipenuhi maka mereka akan mengambil “langkah serius”, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya kekerasaan di Sanaa.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa Presiden Hadi telah menggelar pertemuan dengan para petinggi politik dan militer untuk membicarakan krisis tersebut. Dia juga mengirim delegasi kepada Sultan Qaboos bin Said dari negara jirannya, Oman, supaya menengahi masalahnya dengan kelompok al-Houthi.

Selain itu, dia juga mengirim delegasi terpisah kepada pemimpin al-Houthi, Abdul Malik al-Hothi, untuk menjelaskan apa yang disebutnya sebagai “inisiatif terakhir” yang antara lain berupa pembentukan pemerintahan baru persatuan nasional yang melibatkan kelompok al-Houthi.

Ribuan milisi bersenjata Syiah yang dikenal dengan kelompok Ansarullah atau kelompok al-Houthi Rabu (20/8) lalu menyatakan telah mengonsolidasikan pasukan di Sanaa untuk berjuang melengserkan Presiden Hadi yang mereka nilai korup.

Khawatir terhadap memburuknya ketegangan, Presiden Hadi menyerukan kepada angkatan bersenjata supaya meningkat kesiagaannya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Menurut kantor berita resmi Yaman, Saba, seruan itu dia kemukakan dalam sidang Komisi Tinggi Keamanan dan Dewan Pertahanan Nasional.

Puluhan ribu demonstran al-Houthi Kamis kemarin menggelar unjuk rasa besar-besaran sambil menyerukan kepada warga Yaman lain supaya bergabung dalam unjuk rasa.

“Sanaan sedang mengarah kepada ledakan sosial,” kata seorang politisi Yaman kepada AFP. Meski demikian, politisi yang meminta tidak disebutkan namanya itu berpendapat masih terbuka kemungkinan penyelesaian masalah ini dengan pemimpin gerilyawan al-Houthi yang berbasis di kota Sa’dah di bagian barat laut Yaman.

Seorang mahasiswa di Sanaa mengatakan, “Suasana mencekam sedang melanda Ibu kota Yaman, sebagian penduduk menimbun bahan makanan, sedangkan sebagian lainnya meraih senjata.”

Kalangan Syiah Zaidiah menetang rencana pemerintah membentuk federasi yang terdiri dari enam kawasan. Mereka meminta jatah kekuasaan lebih besar dalam pemerintahan federal. Selama ini mereka menguasai provinsi Sa’da dan beberapa kawasan di sekitarnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL