rudal zilzal yamanSanaa, LiputanIslam.com –   Beberapa hari menjelang perundingan Jenewa 2 untuk mengatasi krisis Yaman, gerakan Ansarullah (al-Houthi) Yaman Sabtu malam lalu (11/12) menyatakan pihaknya telah membuat rudal baru jenis ‘al-Sarkhah.” Demikian dikabarkan oleh portal berita Akhbar al-Saah berdasarkan laporan TV al-Masirah milik Ansarullah.

Ansrullah menyatakan telah membuat rudal al-Sarkhah 3 dengan panjang 2,4 meter dan jarak tempuh 17 km, serta hulu ledakan seberat 15 kg.

Sebelumnya, Ansarullah  menyatakan telah membuat rudal al-Sarkhah 1, rudal al-Zilzal 1 dan 2, rudal al-Najm al-Thaqib yang berbeda satu sama lain dari segi daya perusak, jarak tempuh dan kecepatan.

Menurut Akhbar al-Saah, senjata baru Ansarullah yang sedang berperang melawan Arab Saudi dan sekutunya ini diumumkan beberapa hari menjelang perundingan antarfaksi Yaman untuk kedua kalinya di Jenewa, Swiss, sementara utusan khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mensyaratkan supaya perundingan itu dibarengi dengan gencatan senjata.

Ketua perundingan Ansarullah Mohammad Abdul Salam dalam jumpa pers di Sanaa sebelum bertolak ke Jenewa Sabtu lalu menyatakan bahwa gencatan senjata bergantung pada penghentian serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman yang berlangsung sejak 26 Maret lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL