French President Francois Hollande Visits IsraelTelAviv, LiputanIslam.com – Parlemen Israel, Knesset, Senin (8/12) mengumumkan pembubaran dirinya serta menyatakan telah mengesahkan undang-undang penyelenggaraan pemilu sebelum waktunya yang akan diselenggarakan tanggal 17 Maret 2015.

Tajamnya perselisihan antarpejabat senior Israel membuat para anggota Knesset sepakat untuk menggelar pemilu lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya. Perselisihan itu menemukan puncaknya pada pemecatan Menteri Keuangan Yair Lapid yang merupakan ketua Partai Yesh Atid (Ada Masa Depan) dan Menteri Keadilan Tzipi Livni yang disusul dengan aksi protes berupa pengunduran diri empat menteri lain yang juga berasal dari partai Yais Atid.

Sebagaimana diberitakan Anatolia, Radio Israel melaporkan bahwa para anggota Knesset sepakat dan tanpa ada penentangan sama sekali untuk membubarkan diri melalui sidang voting yang dihadiri oleh 93 di antara total 120 anggota.

Sesuai undang-undang Israel, pemilu diselenggarakan empat tahun sekali apabila tidak ada kesepakatan untuk menyelenggarakan pemilu lebih cepat. Pemilu terakhir diselenggarakan pada Januari 2013.

Untuk membentuk pemerintahan baru, Netanyahu dari Partai Likud harus mendapat dukungan minimal dari 61 anggota Knesset, dan ini tidak mungkin dia dapatkan tanpa dukungan dari partai Yesrael Beiteinu (Israel Rumah Kita).

Menanggapi rontoknya kabinet Netanyahu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bahwa peristiwa ini tak lain adalah akibat kemenangan para pejuang Palestina dalam menghadapi agenda-agenda politik Netanyahu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL