israel wallBaitul Maqids, LiputanIslam.com – Seminggu menjelang kunjungan Sri Paus Francis ke wilayah pendudukan Baitul Maqdis Timur (Jerussalem), para ekstrimis Yahudi Zionis dilaporkan gencar melakukan serangkaian aksi serangan terhadap situs-situs sejarah umat Kristiani.

Dalam beberapa kasus terbaru, para pemukim Zionis di Baitul Maqdis telah mengotori dinding-dinding eksterior sebuah gereja dengan coretan-coretan cat semprot bertuliskan pernyataan-pernyatan anti-Kristen. Padahal Kamis lalu pihak Vatikan sudah menyerukan kepada Israel supaya menjaga dan mengamankan situs-situs Kristen di Baitul Maqdis Timur.

Belakangan ini Israel semakin mendapat tekanan supaya membendung gelombang aksi kebencian dan vandalisme pemukiman Israel terhadap situs-situs keagamaan Islam dan Kristen. Otoritas Israel sudah menangkap ratusan orang yang terlibat dalam aksi penebaran kebencian, namun tak ada satupun di antara mereka yang dijatuhi hukuman.

Senin lalu, Vatikan menyatakan bahwa coretan “mampus Arab, Kristen dan para pembenci Israel” terjadi pada kantor-kantor milik Lembaga Keuskupan di pusat Notre Dame yang merupakan sebuah komplek milik Vatikan di Jerussalem.

Aksi penebaran kebencian melalui aksi yang disebut “price tag” terhadap properti umat Muslim dan Kristiani juga meningkat di wilayah pendudukan Israel. Serangan price tag adalah aksi vandalisme dan kekerasan terhadap orang-orang Palestina dan properti mereka, termasuk tempat-tempat suci.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mencatat sebanyak 399 kasus serangan price tag yang dilakukan oleh para pemukim Israel dan telah menimbulkan korban luka warga Palestina dan kerusakan harta benda.

Dalam beberapa bulan terakhir komplek Masjid al-Aqsha juga menjadi ajang kekerasan akibat tindakan provokatif pemukim dan pejabat Israel di tempat suci umat Islam tersebut. Tentara Israel bahwa tak jarang melarang atau membatasi jamaah yang hendak beribadah di dalam Masjid al-Aqsha. Akibat ulah kaum Zionis tersebu, komplek Masjid al-Aqsha menjadi lokasi paling rawan bentrokan di kota lama Baitul Maqdis

Februali lalu tentara Israel menyerang tempat suci itu ketika jamaah sedang mendirikan shalat Jumat. Mereka menembaki jemaah dengan peluru karet dan granat listrik mengakibatkan sedikitnya 20 warga, beberapa di antara anak kecil, menderita luka-luka.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL