Riyadh, LiputanIslam.com –  Militer Israel, Rabu (28/3/2018), menyerukan kepada warganya alias imigran Yahudi Zionis di berbagai komplek permukiman mereka yang disebut “Gaza Envelope” agar membawa senjata pada hari Jumat besok (30/3/2018).

Seruan ini disampaikan kepada warga Zionis yang tinggal di kawasan dekat Jalur Gaza untuk mengantisipasi kemungkinan penyusupan warga Palestina pada Hari Bumi Palestina (Yom al-Ard/Land Day) yang jatuh pada tanggal 30 Maret.

Pihak Palestina sendiri sudah bersiap-siap untuk menggelar unjuk rasa besar-besaran dari lima kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Jalur Gaza dan Israel (Palestina pendudukan 1948). Unjuk rasa itu bertema “al-Awdah” (kembali) guna menandai tekad mereka untuk terus berjuang demi kembalinya orang-orang Palestina ke kampung halaman mereka di wilayah pendudukan 1948. Namun demikian, panitia unjuk rasa mengatakan bahwa aksi itu akan dilakukan secara damai dan tanpa membawa senjata.

“Kami akan bergerak maju menuju dinding pemisah secara bertahap, dan panitia memperkenankan masuknya pihak-pihak penengah agar tidak terjadi bentrokan dengan pasukan pendudukan. Kami ingin kembali, dan kami beranjak dengan hati lapang, dan kami tidak menghendaki kekerasan,” ungkap Amir Shariteh, anggota tim koordinator internasional untuk long marh “al-Awdah”.

Pasukan Israel sendiri telah memperkuat posisinya di perbatasan tersebut. Seperti pernah diberitakan, kepala staf militer Israel Gadi Eizenkot mengatakan bahwa tentara Israel akan menembak orang Palestina yang mendekati perbatasan dan menimbulkan ancaman.

“Kami telah menyebarkan 100 penembak jitu yang diambil dari seluruh unit militer, khususnya unit pasukan khusus… Jika, para demonstran dianggap membahayakan hidup kami, maka kami memberikan izin untuk melempaskan tembakan,” ungkapnya. (mm/maan)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*