الأحزاب اللبنانية والفصائل الفلسطينية تدعو لدعم الشعب الفلسطينيGazaCity, LiputanIslam.com – Jumlah korban jiwa terus meningkat menjelang dimulainya penerapan gencatan senjata untuk sementara waktu pada Kamis (17/7). Sedangkan di pihak Israel dilaporkan bahwa delapan orang lagi menderita luka-luka terkena serangan pejuang Palestina. Bersamaan dengan ini faksi-faksi pejuang tetap menolak segala prakarsa gencatan senjata jangka panjang yang mengabaikan aspirasi bangsa Palestina.

Al-Alam melaporkan bahwa menjelang dimulainya gencatan senjata “demi kemanusiaan” yang diterapkan selama lima jam atas seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, tiga lagi warga Palestina gugur, satu di antaranya perempuan, akibat serangan jet tempur Israel ke rumah keluarga Abu Sanimah di Rafah, Jalur Gaza Selatan.

Dengan demikian maka total jumlah syuhada Palestina akibat serangan udara Israel sejak Senin atau Selasa (7-8/7) lalu kini mencapai 230 orang.

Sebelumnya, sebanyak lima orang Palestina gugur dan beberapa lainnya cidera akibat serangan udara Israel yang menerjang beberapa rumah di Khan Younis, Beit Lahia, dan Deir al-Balakh, serta menghancur leburkan rumah tokoh Hamas Khalil al-Hayyah. Selain itu, angkatan laut Israel menembaki seluruh kawasan pantai Jalur Gaza, sedangkan angkatan darat rezim Zionis menembaki Jalur Gaza dari sisi timur.

Di pihak lain, situs Israel Walla, sebagaimana dikutip FNA, melaporkan delapan orang lagi cidera di Ghus Dan, Israel, akibat gempuran roket pejuang Palestina. Kamis (17/7) sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, kembali menghujani Tel Aviv dengan roket jarak jauh M-75.
TV Israel Channel 10 melaporkan ada 10 roket pejuang Palestina mendarat di Tel Aviv, Ghus Dan dan Ramat Gan. Dilaporkan pula bahwa 20 roket Palestina telah dilesatkan ke arah Sifla dan Ramat Hasharon di bagian tengah Israel.

Beberapa waktu lalu Departemen Kesehatan Israel menyatakan lebih dari 550 orang Israel cidera akibat serangan roket Palestina.

Sementara itu, di tengah kecamuk senjata tiba-tiba terjadi gencatan senjata atas seruan PBB untuk jangka waktu beberapa jam. Bersamaan dengan ini, di Kairo juga berlangsung pertemuan faksi-faksi Palestina dengan pemerintah Mesir yang membahas prakarsa gencatan senjata.

Al-Alam melaporkan bahwa pihak pejuang Palestina bersikeras menolak gencatan senjata dengan Israel yang dicanangkan berjalan sampai jangka waktu 10 tahun. Mereka juga mensyaratkan penghentian blokade Israel sepenuhnya atas Jalur Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL