Baghdad, LiputanIslam.com – Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Irak (UNAMI) melaporkan sebanyak 1375 nyawa orang Irak yang sebagian besar adalah warga sipil melayang akibat kekerasan yang melanda Irak selama Januari 2015.
Sebagaimana dirilis situs UN News Centre, UNAMI dalam laporannya Senin (2/2/2015) juga menyebutkan bahwa berlanjutnya kekerasan di Irak pada bulan pertama tahun 2015 itu juga menjatuhkan korban luka sebanyak 1,496 orang.

Menurut UNAMI, di pihak militer korban tewas sebanyak 585 orang sedangkan korban luka 771 orang. Dari kalangan sipil korban tewas sebanyak 790 orang, termasuk 59 polisi sipil, dan korban luka 1,469 orang, termasuk 69 polisi sipil.

UNAMI menambahkan bahwa tahun 2014 adalah tahun terburuk dan paling mematikan di Irak setelah periode tahun 2006-2007. Selama tahun 2014, sebanyak 12,282 orang Irak terbunuh dan 23 126 orang terluka menyusul serangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak .

Baghdad adalah provinsi yang paling banyak menyumbang angka korban pada Januari 2015, yaitu 256 korban tewas dan 758 korban luka. Sedangkan data jumlah korban di beberapa provinsi lain ialah sebagai berikut;

– Diyala, korban tewas 114 orang, korban luka 49 orang.
– Salahuddin, korban tewas 100, korban luka 52.
– Ninawa, korban tewas 85, korban luka 12.
– Kirkuk, korban tewas 14, korban luka 6.
– Anbar, korban tewas 195, korban luka 584.

UNAMI menyatakan bahwa di Irak masih ada beberapa kawasan yang tidak dapat diverifikasi data korbannya karena lokasinya sulit dijangkau akibat rawannya situasi keamanan. Data korban di provinsi Anbar adalah data diberikan oleh Direktoran Kesehatan setempat.
Dengan demikian, data yang mengemuka tersebut merupakan data minimum.

Bom Bunuh Diri di Samarra

Dalam peristiwa terbaru yang dilaporkan situs berita Irak al-Masalah sebanyak tujuh orang terbunuh dan 28 lainnya luka-luka akibat serangan bom bunuh diri di kawasan Surshinas di utara Samarra (40 km selatan Tikrit), provinsi Salahuddin. Para korban adalah relawan yang turut berperang membantu pasukan Irak melawan pasukan teroris takfiri ISIS.

Sumber keamanan Irak menyebutkan bahwa di kawasan tersebut juga tejadi kontak senjata relawan dengan teroris mengakibatkan beberapa anggota ISIS tewas dan cidera.

Peledakan Bendungan Gagal

Senin sore (2/2/2015) ISIS berusaha meledakkan bendungan Samarra dengan bahan peledak seberat 500 kg, namun berhasil digagalkan oleh tentara dan relawan Irak.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Saad Ma’an mengatakan pasukan Irak berhasil mencegat tiga mobil pengangkut bahan peledak itu ketika bergerak menuju bendungan vital tersebut. Dalam peristiwa juga terjadi kontak senjata sengit pasukan ISIS dengan tentara dan relawan Irak hingga menewaskan puluhan anggota ISIS.

ISIS menyerang dari tiga arah di selatan Tikrit namun berhasil dihalau oleh perlawanan tentara dan relawan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL