Syrian army pounds militant positionsDamaskus , LiputanIslam.com – Lebih dari 350 militan bersenjata dilaporkan telah menyerahkan diri kepada tentara Suriah di kota Zabadani, dekat perbatasan Suriah-Lebanon, dan beberapa kawasan lain di Rif Damaskus .

Jaringan berita al-Alam, Minggu (27/4/2014) melaporkan, militan pemberontak itu meletakkan senjata setelah mereka kehilangan kubu-kubu pertahanan terakhir mereka di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon akibat gempuran sengit pasukan pemerintah. Disebutkan bahwa dewasa ini tentara Suriah hampir menguasai seluruh kawasan Qalamoun di sebelah barat kota Damaskus.

Pihak oposisi Suriah sendiri mengakui gerilyawan bersenjata telah kehilangan kota Zabadani yang terletak di 30 km barat laut Damaskus tersebut. Para aktivis oposisi menyatakan tidak ada pilihan lain bagi militan kecuali menyerah.

“Mereka terpaksa menerima ‘gencatan senjata’ karena jalur suplai sudah terputus, tidak ada koridor yang aman,” ungkap aktivis oposisi bernama Tayem al-Qalamouni, seperti dikutip al-Alam. Dia menambahkan, “Kawasan itu sudah ditutup oleh tentara Suriah di satu sisi, dan tentara serta milisi Lebanon di sisi lain.”

Dalam beberapa minggu terakhir, dibantu milisi Hizbullah asal Lebanon, tentara Suriah berhasil menguasai kota-kota Yabroud, Nabk, Ras al-Ayn, Rankous dan beberapa kota dan daerah lain di kawasan Qalamoun. Menyusul perkembangan ini pemerintah Suriah akhirnya membuka kembali jalur akses jalan raya Damaskus-Homs.

Hingga kini tentara Suriah masih melanjutkan operasi militernya terhadap lokasi-lokasi gerilyawan di Homs dan Aleppo. Banyak militan dilaporkan tewas dan peralatan tempur serta amunisi mereka hancur akibat serangan terbaru tentara Suriah sepanjang Sabtu (26/4/2014).

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan dalam serangan tentara Suriah di beberapa kawasan sekitar Damaskus, pemimpin militan Brigade al-Rahman bernama Hassan Ahmad Khair tewas bersama sejumlah anak buahnya.

Sedangkan di Mleiha, Deir al-Asafreer dan Zibdeen di timur al-Ghouta, tentara Suriah juga berhasil menumpas sejumlah anggota kelompok radikal yang menamakan dirinya Persatuan Pejuang Islam Syam. Di antara mereka yang tewas adalah tiga pria bernama Maher Salama, Mahmoud al-Noushi dan Abdullah Batran yang mendapat julukan “Bin Laden”.

Suriah bergolak sejak tahun 2011 akibat pemberontakan dan gerakan radikalisme yang didukung oleh Barat dan sejumlah negara sekutu mereka di Timur Tengah, terutama Qatar, Arab Saudi dan Turki. Diperkirakan sebanyak 140,000 orang tewas akibat Perang Suriah, sedangkan jutaan lainnya terpaksa mengungsi. (mm/alalam/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL