al-hashd-al-shaabi-mullah

Pasukan relawan irak dari kalangan mullah.

Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Sabtu (19/11/2016), mengumumkan bahwa jalur akses kelompok teroris ISIS dari kota kecil Tal Afar, 70 km barat Mosul, Irak utara, menuju perbatasan Suriah sudah terputus secara total. Bersamaan dengan ini seorang petinggi al-Hashd al-Shaabi terbunuh akibat tembakan sniper ISIS, dan lima kawasan baru di kota Mosul berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak.

Relawan al-Hashd al-Shaabi yang didukung Iran ini dalam statemennya menyatakan bahwa jalur itu terputus setelah mereka berhasil mengendalikan sepenuhnya bagian barat Tal Afar. Dengan demikian maka ISIS tak dapat lagi berlalu lalang di perbatasan Irak –Suriah, dan pada gilirannya, organisasi teroris takfiri berfaham Salafi/Wahabi ini  di Irak sudah terkepung di dalam kota Mosul dan Tal Afar.

Tal Afar terletak di lokasi berjarak 90 km dari perbatasan Turki di utara, 60 km dari perbatasan Suriah di barat, dan 70 km dari Mosul di timur. Karena itu, kota ini dipandang sangat strategis dalam proses operasi militer untuk pembebasan Mosul dari cengkraman ISIS.

Sejauh ini beberapa petinggi dan anggota ISIS sudah terkepung di Tal Afar, dan para pejuang al-Hashd al-Shaabi terus menggempur posisi-posisi ISIS di kota ini dengan roket dan artileri.

Komandan Relawan Tertembak Mati

Sementara itu, juru bicara al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, menyatakan bahwa Jasim Shubar, seorang komandan senior relawan dari kelompok Jund al-Imam terbunuh oleh tembakan sniper ISIS di Bandara Tal Afar.

Disebutkan bahwa dia tertembak di dalam bandara, sementara penembak jitu ISIS berada di luar bandara.

“Jasim Shubar adalah sosok pejuang yang telah berkorban dan berpartisipasi di semua pertempuran al-Hashd al-Shaabi melawan ISIS. Dia adalah ahli bidang penjinakan bom,” ungkap al-Asadi.

Al-Hashd al-Shaabi berhasil menguasai Bandara Tal Afar sejak Rabu lalu. Kelompok relawan besar Irak ini ikut berpartisipasi dalam operasi pasukan pemerintah Irak dan pasukan Kurdi untuk menumpas gerombolan teroris ISIS, yang bercokol di Mosul sejak 2014 dan menjadikan kota besar kedua di Irak ini sebagai markas besarnya.

Lima Kawasan di Mosul Bebas

Di kota Mosul, pasukan kontra terorisme Irak berhasil membebaskan lima lagi kawasan permukiman, Sabtu.

Sami al-Ghazi, salah seorang komandan pasukan ini dalam jumpa pers saat mengumumkan hal tersebut mengaku optimis pihaknya akan dapat memasuki pusat kota Mosul secepatnya.

“Berbagai kekalahan ISIS memungkinkan pasukan Irak untuk segera masuk ke pusat kota Mosul,” katanya.

Al-Baghdadi Perintahkan Pembunuhan

Pemimpin besar ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dikabarkan telah memerintahkan kepada pasukannya agar membunuh siapapun yang menentang ISIS di Mosul.

“Abu Bakar al-Baghdadi mengeluarkan perintah tegas bahwa siapapun yang menentang ISIS harus dibunuh,” ungkap Said Mamouzini, pejabat Partai Demokrasi Kurdistan Irak di Mosul.

Mengenai kaburnya beberapa petinggi ISIS dia mengatakan, “Khalar Nizar al-Hadidi, kepala kepolisian ISIS di Mosul kabur ke lokasi tersembunyi, sementara salah seorang pemimpin ISIS bernama Faris Nayef Mohammad bersembunyi ke arah Suriah.”

Operasi militer besar-besaran pasukan Irak untuk pembebasan Mosul dimulai sejak 17 Oktober lalu dengan instruksi Perdana Menteri Irak Haider Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Negeri 1001 Malam ini. (mm/irna/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL