Ramallah, LiputanIslam.com –  Hasil sebuah jajak pendapat orang Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza menunjukkan lebih dari 90% orang Palestina memandang pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel merupakan ancaman bagi kepentingan Palestina.

Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Politik dan Kristen Palestina dan hasilnya dipublikasi Selasa (12/12/2017) itu mencatat bahwa mayoritas responden Palestina menuntut reaksi keras yang mencakup intifada, sebagaimana mayoritas mutlak juga tidak percaya kepada iktikad Trump dalam upaya perdamaian, dan bahkan kepada negara-negara Arab terkemuka yang bersekutu dengan AS.

Sebanyak 70% responden juga menginginkan Mahmoud Abbas mundur dari jabatannya sebagai ketua otoritas Palestina, dan ini merupakan angka tertinggi selama ini berkenaan jatuhnya pupularitas Abbas dalam tiga tahun terakhir. Menurut mereka, seandainya sekarang diselenggarakan pemilu maka yang menang bukan Mahmoud Abbas lagi, melain Ismail Haniyeh, ketua biro politik Hamas.

Hasil jajak pendapat ini juga memperlihatkan penolakan mayoritas Palestina terhadap peletakan senjata faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza. Mayoritas responden bahkan menginginkan pembubaran pemerintahan rekonsiliasi jika sanksi terhadap Jalur Gaza tidak dicabut.

Sebanyak 44% responden menyebut kebangkitan bersenjata lebih efektif untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat di sisi negara Israel, sementara 27% masih menilai perundingan lebih efektif, 23% berpendapat bahwa perlawanan dengan cara damai lebih efektf, dan sisanya menyatakan abstein.

Mengenai apakah Trump telah menyodorkan gagasan damai Palestina-Israel, 70% menyatakan “tidak”, sedangkan 24% menyatakan masih berharap Trump dapat menyodorkannya, dan sisanya abstein.

Hanya saja, seandainyapun Trump mengajukan usulan damai, 86% menilainya tidak akan merespon kebutuhan bangsa Palestina kepada penghentian pendudukan dan pendirian negara Palestina, dan 11% menilainya negatif bagi kebutuhan ini, sedangkan sisanya abstein.

Jajak pendapat itu diselenggarakan secara acak pada 1270 responden dewasa di  127 kawasan permukiman yang tersebar Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan margin kesalahan 3%. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*