jabhah-al-nusraBeirut, LiputanIslam.com –   Juru bicara Jabhat al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham bersumpah untuk terus mengangkat senjata demi menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

Juru bicara kelompok teroris cabang al-Qaeda di Suriah ini, Hissam al-Syafi’i, melalui media sosial Telegram, Jumat (30/12/2016), menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam perjanjian gencatan senjata, dan menilai perjanjian yang dimotori oleh Rusia, Iran dan Turki ini sebagai pengkhianatan.

“Gencatan senjata ini tidak menyinggung adanya milisi Iran dan pendudukan Rusia… Satu-satunya jalan ialah menggulingkan pemerintahan jahat Suriah dengan operasi militer, dan jihad. Segala bentuk solusi politik yang mempertahankan pilar-pilar pemerintahan ini merupakan pengkhianatan terhadap revolusi berkah yang telah dimulai enam tahun silam ini,” tulisnya.

Gencatan senjata telah diterapkan di Suriah sejak Jumat kemarin, namun tidak berlaku untuk kelompok-kelompok teroris semisal Jabhat al-Nusra dan ISIS.

Tentara Suriah kemarin berhasil membebaskan desa Sharifah di provinsi Homs dari pendudukan ISIS.  Kemhan Suria mengumumkan bahwa pasukan Suriah berhasil merebut desa di barat daya pangkalan udara T4 itu melalui operasi yang menewaskan puluhan anggota ISIS.

Sehari sebelumnya, tentara Suriah berhasil menangkal serangan ISIS ke pangkalan udara itu melalui pertempuran yang bahkan menewaskan 70 teroris ISIS. Dalam peristiwa ini tentara Suriah kemudian menguasai sebuat bukit yang menghadap desa Sharifah.

Homs, ibu kota provinsi yang menggunakan nama yang sama, merupakan kota ketiga terbesar di Suriah setelah Damaskus dan Aleppo, dan berjarak 162 km dari Damaskus. (mm/raialyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL