Beirut, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Jabhat al-Nusra (JN) yang merupakan cabang al-Qaeda di Suriah selama ini mengalami serangkaian peristiwa perpecahan panjang sehingga badan-badan yang berafiliasi dengannya mulai membubarkan diri atau bergabung dengan kelompok-kelompok “jihadis” lain semisal Jaish Tahrir al-Sham.

Demikian dilaporkan Ray al-Youm, Ahad (27/5/2018), berdasarkan pernyataan seorang sumber dari kelompok ekstremis Salafi. Sumber itu juga mengatakan bahwa pemimpin JN sendiri, Abu Mohammad al-Golani, bahkan sudah nyaris mengumumkan pembubaran kelompok ini.

Menurut sumber itu, pasukan yang bersama al-Golani kini hanya tinggal sekira 700 orang setelah lebih dari 4000 orang lainnya memilih keluar dari JN dan bergabung dengan kelompok-kelompok lain.

Belum ada perkiraan yang kuat mengenai jumlah anggota JN dewasa ini di Suriah, namun dipastikan telah mengalami penuruan dratis selama satu tahun terakhir, dan ini antara lain terindikasi dari keputusannya untuk tidak berlaga, terutama di kawasan Daraa, jika terjadi operasi militer Suriah, terutama setelah terjadi kasus-kasus di mana sebagian pemimpin JN malah menjual sebagian perlengkapan tempur dan arsenalnya.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*