NewYork, LiputanIslam.com –  Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari menyatakan bahwa pembebasan Ghouta Timur secara total  oleh tentara Suriah sudah dekat, dan selanjutnya akan menyusul operasi pembebasan beberapa daerah lain karena Suriah akan terus memerangi teroris dan melawan segala bentuk agresi pihak lain terhadap Suriah.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB mengenai kondisi Suriah, Selasa (27/3/2018), Jaafari menegaskan bahwa tentara  Suriah akan terus berjuang membebaskan setiap jengkal tanah negara ini, termasuk di Golan, Afrin, Raqqa, dan Idlib.

Dia juga menjelaskan bahwa penduduk Ghouta Timur menolak terorisme yang telah menjadikan warga sipil sebagai perisai.

Menurut Jaafari, di antara para anggota Dewan Keamanan PBB hanya dua negara yang memiliki Kedubes untuk Suriah di Damaskus, dan karena itu penilaian terhadap Suriah harus benar-benar obyektif.

Dia mengatakan bahwa histeria Barat terkait Suriah adalah karena Barat tidak menghendaki apapun kecuali memeras pemerintah Suriah secara politik dan kemanusiaan serta menyokong terorisme.

“Ghouta bukan jatuh seperti dikatakan oleh Dubes Amerika Serikat, melainkan telah dibebaskan sebagaimana Aleppo timur telah dibebaskan, sedangkan yang jatuh adalah terorisme,” lanjut Jaafari.

Dia menambahkan bahwa Sekjen PBB Antonio Guterres menutup mata di depan tindakan militer Turki yang telah menyebabkan lebih dari 150,000 penduduk terpaksa mengungsi dari Afrin, sebagaimana dia juga mengabaikan serangan roket kawanan teroris ke Damaskus hingga mengancam nyawa 8 juta penduduknya.

Jaafari juga mengatakan bahwa dewasa ini dua skenario kotor sedang dipersiapkan untuk menyudutkan pemerintah Suriah dengan isu penggunaan senjata kimia di provinsi  Daraa dan Idlib melalui kelompok White Helmets yang notabene instrumen kelompok teroris Jabhat al-Nusra. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL