bburning Israeli flagBeirut, LiputanIslam.com – Pemakaman tujuh korban serangan helikopter Israel, enam di Lebanon dan satu di Iran, sudah berlalu. Namun demikian, ada sesuatu yang tak wajar, misterius dan sarat teka-teki di mata Israel, yaitu bungkamnya Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah. Menurut koran Lebanon al-Akhbar, misteri Nasrallah ini justru membuat keadaan di Israel menjadi semakin mencekam.

Sejak Ahad malam lalu sampai sekarang Israel tak henti-hentinya menerbangkan pesawat tempur, helikopter dan pesawat pengintai nirawaknya, terutama di wilayah permukiman Zionis di sekitar perbatasannya dengan Lebanon dan dataran tinggi Gulan, Suriah.

Menurut al-Akhbar, Israel sedang berupaya mengendalikan kemarahan Iran dan Hizbullah dengan memberikan penjelasan-penjelasan palsu dan ada kesan meminta maaf tapi secara langsung, dan kaum Zionis ini sudah bukan lagi resah, melainkan sudah mencapai tahap ketakutan sehingga terus memperkuat militernya di sekitar perbatasan tersebut.

Belakangan tersiar kabar bahwa 10 mujahidin Lebanon berhasil menyusup ke wilayah Israel dari khawasan Shebaa dengan misi peledakan bom dan membebaskan tawanan. Hal ini, ungkap al-Akhbar, membuat pasukan Zionis melakukan “perburuan hantu” dan memantau setiap pergerakan sehingga “tak ada makhluk hidup yang luput dari pemantauan.”

Mereka meminta warga Zionis supaya mengungsi dan menjauh dari wilayah perbatasan. Mereka menutup semua jalan raya, dan keadaan sedemikian tegang sehingga semua toko tutup.

Media Israel menyebutkan bahwa isu hantu dari Lebanon sedemikian santer sehingga Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Benny Gantz membatalkan keikut sertaannya dalam sidang para komandan militer negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Wali Kota Kiryat Shmona, Israel, Nissim Malka, mengatakan, “Kondisi seperti ini sangat berat jika terus berlanjut. Kita tidak bisa hidup di antara ketakutan dan kekuatiran.”

Berbagai dugaan dan skenario bertebaran di media Israel terkait bungkamnya Sekjen Hizbullah, antara lain bahwa akan ada serangan melalui terowongan, serangan roket, peledakan di kawasan perbatasan, penculikan tentara Israel dan banyak lagi. Ronnie Bregman, jurnalis bidang keamanan pada harian Israel Yedioth Ahronoth, misalnya, mengatakan bahwa Israel mencemaskan kemungkinan Hizbullah dan Iran akan menggasak instalasi migas Israel dengan roket darat ke laut.

“Sumber-sumber keamanan Barat mengingatkan Israel mengenai kemungkinan serangan balasan Iran dan Hizbullah dengan menyerang anjungan gas lepas pantai,” ungkap Bregman.

Di tengah publik Israel juga merebak kecaman terhadap serangan helikopter Israel ke kawasan Quneitra, Suriah. Mereka mempertanyakan apa untungnya israel melancarkan serangan bodoh seperti itu dibanding ongkos yang harus ditanggung Israel.

Pakar militer dan pertahanan Israel di koran Haartez, Amos Harel, menyebutkan bahwa komisi keamanan dan urusan luar negeri parlemen Israel, Knesset, sedang mempelajari titik-tik kelemahan keamanan dan politik Israel serta krisis keamanan akibat ancaman Iran dan Hizbullah secara terbuka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*