Teheran, Moskow, LiputanIslam.com –  Tentara Suriah kembali diterpa badai tuduhan menggunakan bom kimia di Ghouta Timur, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam segi tiga Suriah, Rusia, dan Iran.

Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi, Minggu (8/4/2018), menepis keras tuduhan itu dan menyebutnya tidak masuk akal dan pertanda adanya konspirasi.

“Klaim dan tuduhan demikian dari AS dan sebagian negara Barat menunjukkan adanya konspirasi baru terhadap pemerintah dan rakyat Suriah, merupakan cara untuk menempuh tindakan militer terhadap mereka, dan tentu akan menambah pelik situasi di Suriah dan kawasan, sebagaimana juga akan membuat kawanan teroris semakin sengit dalam melakukan kejahatan, sehingga jelas tidak akan menguntungkan perdamaian, stabilitas, dan keamanan regional dan global,” kecam Qasemi.

Senada dengan ini, Rusia menilai tuduhan itu “provokasi yang sudah pernah diwanti oleh Moskow, dan ditujukan sebagai pembenaran untuk kemungkinan serangan dari luar terhadap Suriah”.

Rusia dalam statemennya menegaskan bahwa organisasi-organisasi yang membuat laporan mengenai adanya serangan kimia itu “sudah pernah diduga terlibat dalam konspirasi bersama kawanan teroris.”

Rusia kemudian mengingatkan, “Segala bentuk serangan asing dengan dalih-dalih palsu di Suriah yang ditempati oleh militer Rusia berdasarkan pemerintah yang sah sama sekali tidak bisa diterima dan berpotensi menimbulkan dampak yang sangat fatal… Kabar mengenai penggunaan senjata kimia di Douma beredar ketika tentara Suriah di sana melanjutkan operasi militer di Ghouta Timur untuk membebaskan penduduknya dari cengkraman kawanan bersenjata dan teroris yang menjadikan warga sipil sebagai perisai manusia.”

Sabtu lalu, beberapa organisasi “penyalur bantuan” memastikan sedikitnya 70 orang tewas akibat serangan yang diduga menggunakan senjata kimia terhadap kantung terakhir pemberontak Suriah di Ghouta Timur.

Presiden AS lantas membuat pernyataan panas melalui halaman Twitter-nya dengan menyebut Presiden Suriah sebagai “binatang” dan menyatakan bahwa Rusia dan Iran turut “bertanggungjawab atas serangan senjata kimia” sehingga “akan membayar mahal.”

“Banyak yang mati, termasuk wanita dan anak-anak, dalam serangan kimia ceroboh di Suriah…Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab karena mendukung binatang Assad,” cuit Trump.

Pada cuitan keduanya dia menyatakan, “Harga besar harus dibayar. Bencana kemanusiaan lain tanpa alasan apa pun. SAKIT!”.

Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian juga angkat bicara dengan mengatakan bahwa negaranya “bertanggungjawab penuh” berkenaan dengan adanya laporan mengenai serangan kimia tersebut.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu yang juga memusuhi Suriah tak mau ketinggalan berkomentar dengan mengatakan, “Kami mengecam keras serangan itu, dan kami menduga kuat bahwa itu dilakukan oleh rezim (Suriah) yang rekam jejaknya sudah dikenal khalayak dunia dalam penggunaan senjata kimia.”

Sekjen PBB António Guterres menyerukan penghentian perang di Douma sembari menyatakan PBB tak dapat memastikan adanya penggunaan senjata kimia seperti yang dikabarkan. (mm/alalam/rayalyoum/newyorktimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL