Mekkah, LiputanIslam.com –  Isu mengenai status kota Al-Quds membara pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebutnya sebagai ibu kota Israel meskipun kota ini dinyatakan oleh masyarakat internasional sebagai kota pendudukan.

Isu ini rupanya sempat mengemuka dalam khutbah Jumat  (8/12/2017) di Masjid Haram, Mekkah Al-Mukarramah, namun tidak mengemuka sama sekali dalam khutbah Jumat di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi.

Khatib Jumat Masjidil Haram Syeikh Maher bin Hamad Al- Al Mueaqly menyinggung isu Al-Quds tapi dengan sangat singkat, itupun dengan hanya menyatakan apa yang disebutnya “peranan Saudi dalam solidaritas umat Islam dan pembelaan atas kesucian mereka.”

“Kerajaan (Saudi) masih tetap menekankan hak sah bangsa Palestina yang mulia,” katanya.

Dia kemudian mendoakan kebaikan Raja Saudi Salman Bin Abdul Aziz, para pemimpin negara-negara Muslim, dan umat Islam. Setelah itu dia berceramah mengenai keharusan berbakti kepada kedua orang tua dan pemenuhan janji.

Sedangkan Khatib Jumat Masjid Nabawi, Abdullah bin Abdurrahman Buayjaan, menurut Palestinian Information Center (PIC), berbicara mengenai “adanya musim demi musim dalam setahun serta hikmah yang dapat dipetik darinya”, tanpa menyinggung sama sekali isu Palestina.

Sementara itu, sumber-sumber informasi Saudi mengatakan bahwa badan Pengadilan Kerajaan Saudi mengeluarkan instruksi kepada semua media negara ini agar tidak fokus kepada keputusan Trump mengenai Al-Quds.

Beberapa media resmi Saudi ternyata juga tidak banyak mengangkat isu keputusan Trump tersebut yang membangkitkan kemarahan umat Islam di berbagai penjuru dunia tersebut.  (mm/pic/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*