AlQuds, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel mengaku mulai melancarkan operasi untuk menghancurkan terowongan yang disebutnya telah digali oleh kelompok pejuang Hezbollah di bawah tanah perbatasan utara Israel.

Operasi itu diumumkan militer Israel secara masif, Selasa (4/12/2018), ketika  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang menghadapi penyelidikan-penyelidikan terkait dugaan korupsi dan lain-lain.

Militer Israel mengklaim telah mengungkap salah satu terowongan kelompok militan Lebanon ke wilayah Israel dalam sebuah operasi bersandi “Perisai Utara”.

Juru bicara militer Israel, Letkol Jonathan Conricus mengatakan terowongan itu dimulai di sebuah rumah di Lebanon dan dibentang sejarak lebih dari 40 meter ke Israel.

Netanyahu mengatakan dalam pidato televisi Selasa malam bahwa terowongan itu dibangun oleh Hizbullah tetapi didanai oleh Iran.

“Semua itu dibangun dengan satu tujuan – untuk menyerang dan membunuh lelaki, wanita dan anak-anak Israel yang tidak bersalah. Ini adalah pelanggaran berat terhadap kedaulatan Israel dan pelanggaran berat terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, ”katanya.

Resolusi yang sama juga disebut-sebut oleh pihak Lebanon sebagai resolusi yang rutin dilanggar oleh Israel dengan melanggar wilayah udara Lebanon.

Netanyahu mengingatkan bahwa Libanon akan bertanggung jawab atas “semua kegiatan teror” yang berasal dari wilayahnya, dan mendesak Dewan Keamanan PBB dan negara-negara dunia untuk mengutuk tindakan kelompok tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa Israel akan mempertahankan diri terhadap upaya Iran untuk berkubu di Suriah, Libanon dan Gaza. (mm/theguardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*