Beirut, LiputanIslam.com –  Menteri Intelijen dan Komunikasi Israel Yisrael Katz mengungkap sebuah rencana yang dicanangkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk penempatan para pengungsi Palestina di sejumlah negara Timteng.

“Saya menyambut baik prakarsa Presiden AS Donald Trump untuk penempatan para pengungsi Palestina di Yordania, Suriah, Lebanon, dan Irak,” ungkap Katz di halaman Twitter resminya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai prakarsa itu.

Menurut Katz, para pemimpin Arab dan Palestina memanfaatkan isu pengungsi sebagai alat untuk meninggikan “tuntutan zalim” mereka mengenai kepulangan para pengungsi Palestina dan “upaya menghancurkan Israel.”

“Ada baiknya (masalah pengungsi Palestina ini) tersebunyi dari dunia,” lanjutnya.

Sehari sebelumnya para menteri luar negeri Arab dalam pertemuan mereka di Kairo, Mesir, menegaskan bahwa masalah Palestina merupakan isu sentral dunia Arab. Mereka juga menekankan pentingnya peranan lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB  untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang kini menghadapi krisis keuangan akibat keputusan AS menghentikan pendanaan untuk lembaga ini.

Negara-negara Arab menentang penempatan para pengungsi Palestina di negara-negara lain dan menuntut penyelesaian konflik Palestina-Israel berdasarkan prakarsa damai Arab yang mencanangkan pendirian negara merdeka Palestina dengan ibu kota al-Quds Timur. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*