intida 3_1BaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Senin (13/10) mengumumkan situasi darurat menyusul merebaknya kebangkitan (intifada) rakyat Palestina di berbagai kawasan Baitul Maqdis dan Tepi Barat. Dalam rangka ini, Netanyahu menginstruksikan pengerahan pasukan cadangan untuk memperkuat pasukan kemanan Zionis Israel di kawasan-kawasan tersebut.

“Karena adanya banyak kesulitan dalam antisipasi operasi perseorangan (para pejuang Palestina), maka saya umumkan situasi darurat, dan untuk menghadapi operasi itu saya menambah pasukan cadangan di Tepi Barat dan Yerussalem (Baitul Maqdis)… Kami akan memasuki semua wilayah di bagian timur Yerussalem dan mengendalikan semua inisiatif di sana,” ungkap Netanyahu, sebagaimana dilaporkan Samanews dari Baitul Maqdis.

Dia juga menyerukan kepada ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas supaya mengakui negara Zionis Israel dan menyudahi tuntutan pengembalian para pengungsi Palestina.

Seperti diketahui, wilayah Tepi Barat dan Baitul Maqdis sejak beberapa waktu lalu dibayangi intifada ke-3 yang ditandai dengan maraknya serangan para pejuang Palestina secara perseorangan terhadap pasukan dan warga Zionis. Dalam perkembangan yang dibarengi dengan maraknya bentrokan massa Palestina dan petugas keamanan Zionis ini puluhan warga Palestina gugur syahid dan ratusan lainnya luka-luka.

Bayang-bayang intifada Palestina ke-3 muncul akibat ambisi kaum Zionis menerapkan pembagian waktu dan jam kunjung ke komplek Masjidil Aqsa antara warga Yahudi dan umat Islam Palestina. Ambisi itu ditandai dengan maraknya serbuan pasukan dan warga Zionis ke Masjidil Aqsa yang kemudian dilawan oleh warga Palestina dalam berbagai bentuk hingga merebak aksi protes di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan memicu operasi serangan para pejuang Palestina secara perseorangan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL