TelAviv, LiputanIslam.com –  Militer Rezim Zionis Israel dilaporkan akan mengujicoba sebuah sistem modern untuk melawan layang-layang berapi warga Palestina di Jalur Gaza yang telah menimbulkan banyak kebakaran besar di berbagai wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) tersebut.

Israel sejak beberapa waktu lalu dibuat kewalahan oleh layang-layang yang disertai bom molotov untuk membakar lahan-lahan pertanian maupun tempat-tempat terbuka lain di wilayah Israel tersebut.

Dewan Penyiaran Israel, Kamis (21/6/2018), melaporkan bahwa sebuah perusahaan Israel telah mengembangkan teknologi elektro-optika yang mampu mendeteksi layang-layang dan balon hingga sejauh 7 kilometer, dan dari situ sistem tersebut akan mengirim informasi mengenai keberadaan obyek melayang tersebut kepada nirawak kecil yang akan menghancurkannya.

Namun demikian, sebuah sumber menyebutkan bahwa sejauh ini masih terlalu dini untuk memastikan efektivitas sistem yang akan diujicoba pada hari ini, Jumat (22/6/2018), tersebut.

Sebelumnya, sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa nirawak Israel Rabu lalu (20/6/2018) telah menyerang para pemuda Palestina di Jalur Gaza timur ketika mereka sedang berusaha menerbangkan layang-layang, namun tidak menimbulkan korban.

Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet telah memerintahkan serangan nirawak terhadap orang-orang Palestina yang menerbangkan bom layang-layang dengan alasan bahwa bom ini dalam beberapa pekan terakhir telah mengancam keamanan jiwa warga Israel yang tinggal di wilayah selatan.

Warga Palestina di Gaza menggunakan bom layang-layang setelah terjadi insiden serangan pasukan Israel yang telah menggugurkan 130 warga Palestina dan melukai puluhan ribu lainnya yang ikut serta dalam aksi The Great March of Riturn yang digelar secara kontinyu sejak 30 Maret lalu. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*