TelAviv, LiputanIslam.com –  Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Avichay Adraee menyatakan bahwa Tel Aviv menentang partisipasi dan keterlibatan Iran dalam operasi de-eskalasi militer di Suriah selatan.

“Sikap tentara Israel mengenai gencatan senjata di Suriah selatan bertolak dari sikap politik Israel… Kami menolak keberadaan Iran dekat perbatasan kami, dan kami akan berbuat di bidang ini sesuai dengan keputusan para pemimpin politik,” katanya kepada kantor berita Novosti milik Rusia.

Dia menambahkan bahwa Israel tidak mencampuri urusan internal Suriah sehingga juga tidak mendukung pihak manapun dalam konflik Suriah, namun Israel akan melakukan tindakan apabila terjadi “upaya pelanggaraan terhadap garis merah” yang telah ditetapkan Tel Aviv berkenaan dengan keamanan nasionalnya.

Adraee menyebutkan bahwa garis merah itu berkenaan antara lain dengan suplai senjata dan perlengkapan perang mutakhir untuk Hizbullah, dan jika itu terjadi maka Israel akan “memberi pelajaran dengan melakukan tindakan yang semestinya.”

Sementara itu Kemhan Rusia, Senin, menyatakan negara ini telah mengadakan dua pos pemeriksaan dan 10 pusat pemantauan di perbatasan kawasan de-eskalasi di barat daya Suriah hingga lokasi yang berjarak 13 kilometer dari Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang sudah lama diduduki Israel.

Kemhan Rusia menyatakan bahwa AS, Yordania, dan Israel sudah diberitahu Rusia ihwal pengadaan dua pos pemeriksaan dan 10 titik pemantauan di sepanjang haris kontak di Suriah tersebut. (mm/rt/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL