AlQuds, LiputanIslam.com –  Rezim Zionis Israel melanjutkan dan meningkatkan ancamannya terhadap Iran pasca insiden serangan udara masif Israel ke Suriah yang berbuntut tertembak jatuhnya jet tempur F-16 milik Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu 911/2/2018), memuji serangan udara Israel pada Sabtu lalu tersebut sembari menyebutnya “serangan hebat terhadap pasukan Iran dan Suriah.”

“Kemarin (Sabtu) kami telah melancarkan serangan hebat terhadap pasukan Iran dan Suriah… Telah kami jelaskan kepada semua orang bahwa kaidah pertempuran spesifik kami bagaimanapun juga tidak akan berubah, kami akan terus menyerang siapapun yang berusaha menyerang kami, ” katanya.

Sabtu lalu Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap beberapa sasaran di Suriah kemudian mengaku bahwa aksi ini merupakan reaksi terhadap pelanggaran nirawak tempur Iran terhadap zona udara Israel. Iran sendiri menepis klaim Israel yang dinyatakan setelah jet tempur F-16 miliknya rontok diterjang rudal Suriah tersebut.

Dilaporkan pilot dan kopilot jet tempur tersebut selamat setelah menggunakan kursi pelontar. Mereka yang jatuh di wilayah Israel sendiri segera dilarikan ke rumah sakit dekat kota Haifa. Jubir rumah sakit mengatakan pilot masih menjalani perawatan pasca-operasi, sedangkan kopilot sudah diperkenankan pulang.

Dalam kasus ini Israel baru pertama kalinya secara blak-blakan menyatakan telah menyerang sasaran-sasaran Iran di Suriah. Namun di saat yang sama, menurut media Israel, baru sekarang pula jet tempur Israel tertembak jatuh sejak 1982.

Koran Maariv milik Israel, Minggu, menyebut peristiwa ini “konfrontasi militer langsung pertama kalinya antara Israel dan Iran”, sementara koran Yedioth Ahronoth yang juga terbitan Israel menyebutnya “hari pertempuran melawan Iran.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL