Yerussalem, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Rabu (13/9/2017), menyatakan pihaknya mendukung pendirian negara Kurdi. Pernyaaan ini dia kemukakan ketika Kurdi Irak berencana menggelar referendum kemerdekaan yang ditentang oleh parlemen Irak.

Israel menjalin hubungan rahasia dengan Kurdi di bidang militer, intelijen dan bisnis sejak 1960-an. Israel memandang kelompok etnis minoritas yang tersebar sebagai penduduk pribumi di Irak, Turki, Suriah dan Iran ini sebagai penyangga di depan negara-negara Arab musuhnya.

Selasa lalu pemimpin Kurdi Irak Massoud Barzani mengaku akan terus maju menjelang referendum 25 September meskipun ada suara penolakan dari parlemen Irak.

 

“(Israel) mendukung upaya sah orang-orang Kurdi untuk mencapai negara mereka sendiri,” kata Netanyahu, dalam sambutan yang dikirim oleh kantornya ke koresponden asing.

Netanyahu menambahkan bahwa meski demikian pihaknya tetap mempertimbangkan Partai Pekerja Kurdi (PKK)  yang berbasis di Turki sebagai kelompok teroris,  sebagaimana sikap Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL