TelAviv, LiputanIslam.com –   Kabinet keamanan dan politik Israel memutuskan untuk tidak berunding dengan otoritas Palestina sebelum Hamas dilucuti senjatanya dan menjauh dari Iran.

TV Channel 2 milik Israel, Selasa (17/10/2017), menyebutkan bahwa sebagai tambahan untuk keputusan-keputusan sebelumnya, “Israel tidak akan melakukan negosiasi politik dengan pemerintah Palestina yang bertumpu pada Hamas ketika gerakan ini masih menyerukan penghapusan Israel.”

Di pihak lain, otoritas Palestina menegaskan bahwa apapun pertimbangan Israel sama sekali tidak akan mengubah sikap otoritas Palestina terkait dengan rekonsiliasi nasional Palestina.

Israel menerapkan beberapa prasyarat perundingan damai antara lain pengakuan Hamas atas eksistensi Israel, perlucutan senjata Hamas, penghentian “terorisme”, dan penyerahan jenazah militer dan sipil Israel yang ada di Gaza, pengendalian otoritas Palestina secara penuh atas keamanan Gaza, termasuk pintu-pintu perbatasan, dan  pencegahan penyelundupan.

Selain itu, Israel juga mengharuskan kelanjutan otoritas Palestina menutup  bangunan-bangunan Hamas di Tepi Barat, pemisahan faksi pejuang ini dari Iran, dan penyaluran bantuan kemanusiaan hanya melalui jalur otoritas Palestina dan badan-badan yang didirikan untuk urusan ini.

Sebelumnya, koran Israel Haaretz melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan mengakui rekonsiliasi Fatah-Hamas, namun tidak akan berusaha mencegah implementasinya.

Keputusan Israel tersebut ditetapkan ketika Amerika Serikat dan Mesir menyerukan kepada Israel dan Palestina agar memulai lagi perundingan damai, dan setelah Washington menyatakan memiliki suatu rencana untuk memotivasi proses politik. (mm/mayadeen/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL