israel-remaja palestinaRamallah, LiputanIslam.com –  Kuasa hukum otoritas dan tahanan Palestina, Hibah al-Mushalahah, Minggu (31/5), menyatakan otoritas Israel melakukan penganiayaan fisik dan tekanan mental terhadap anak-anak kecil dan remaja Palestina yang ditangkap dan lalu dijebloskan ke penjara-penjara Israel.

Al-Mushalalah menegaskan bahwa apa yang dilakukan kaum Zionis jelas  melanggar hukum internasional dan konvensi HAM anak. Dia mengaku belum lama ini telah meninjau bagian nomor 34 penjara Magiddo yang menjadi tempat penyekapan 68 anak Palestina yang sebagian besar adalah anak panti asuhan kota Tulkarem, Tepi Barat. Di situ dia menyimak berbagai pengakuan dari anak-anak dan remaja Palestina yang mendapat perlakuan tak manusiawi dari para sipir Israel.

Satu anak di antaranya adalah Maher Hussain, 17 tahun. Di dalam penjara remaja ini dan dua temannya ditembak dengan senapan angin dan setelah itu masih dianiaya lagi dengan cara lain serta dibiarkan berlumuran darah selama berjam-jam di dalam penjara dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

“Dia dianaya selama 20 hari, dan selama itu pula dia diikat ke sebuah kursi kayu,” ungkap al-Mushalalah.

Dia menambahkan bahwa dua remaja Palestina lain yang juga berusia 17 tahun bernama Wasim Taj warga Tubas, Tepi Barat juga mendapatkan perlakuan biadab selama 20 hari dalam pusat tahanan al-Jalmah.  Hal yang sama juga dialami remaja Palestina Ibrahim Sulma.

Kepala Ikatan Tahanan Palestina Isa Qaraqea pekan lalu menyatakan Israel menggunakan cara-cara tak manusia dalam upayanya mendapat keterangan dan pengakuan dari tahanan Palestina.

Kelompok peduli HAM Palestina al-Dameer juga melaporkan hal yang sama dan menuding Israel telah melakukan penganiyaan secara masif dan sistematis.

Tahun 2014 kelompok HAM internasional untuk anak menyatakan sebanyak 93 persen anak dan remaja Palestina di penjara-penjara Israel tak terjangkau oleh penasehat hukum dan lama meringkuk dalam sel-sel tahanan Israel. Menurut kelompok ini, perlakuan Zionis itu merupakan bentuk nyata penyiksaan di mata hukum internasional.

Sejak awak Maret lalu Israel telah meringkus 182 anak dan remaja Palestina serta menjebloskan mereka dalam penjara dan rumah tahanan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL