israeli settlementNablus, LiputanIslam.com – Israel sedang menyiapkan peresmian puluhan unit permukiman baru di wilayah pendudukan Tepi Barat, meskipun khalayak internasional ramai mengecam aktivitas pembangunan permukiman Israel.

Dalam rangka ini, militer Israel menyerukan kepada para pemukim supaya bergabung dalam acara peresmian permukiman baru yang telah dibangun di wilayah selatan kota Nablus, Tepi Barat.

Lebih dari 60 unit permukiman telah didirikan di tanah Palestina dan siap ditempati secepatnya oleh pemukim Israel.

Lembaga “Peace Now” yang memantau permukiman Israel dalam laporannya belum lama ini menyatakan bahwa Tel Aviv telah menyetujui rencana pembangunan 14,000 unit permukiman di tanah Palestina selama sembilan bulan perundingan Israel-Palestina yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

“Ini merupakan jumlah yang pernah terjadi sebelumnya, dan merepresentasikan rata-rata 50 unit rumah per hari atau 1.540 unit perbulan,” ungkap LSM tersebut.

Ketua Peace Now, Yariv Oppenheimer mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah “mencetak rekor pembangunan” selama sembilan bulan perundingan dengan Israel.

Berlanjutnya pembangunan permukiman Israel secara ilegal di mata hukum internasional di wilayah pendudukan Palestina telah menjadi kendala utama bagi upaya perdamaian di Timur Tengah. Lebih dari setengah juta warga Israel telah menempati lebih dari 120 lokasi permukiman yang telah dibangun Israel sejak rezim Zionis ini menduduki wilayah Palestina di Tepi Barat, termasuk Baitul Maqdis Timur (Jerussalem), pada tahun 1967.

Sebagian besar masyarakat internasional menganggap pendirian permukiman itu sebagai ilegal karena berada di wilayah yang direbut Israel pada perang tahun 1967, dan karena itu Israel harus tunduk pada Konvensi Genewa yang melarang pembangunan di wilayah pendudukan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL