Teheran, LiputanIslam.com –  Empat personil militer Iran terbunuh akibat serangan udara terhadap sebuah pangkalan udara Suriah yang terjadi pada Ahad lalu (8/4/2018). Suriah, Iran, dan Rusia menuding Israel sebagai pelaku serangan itu.

Israel belum mengkonfirmasi ataupun membantah serangan itu, tetapi para pejabat negara Zionis ilegal ini mengatakan bahwa Lanud Tiyas, atau T-4, di dekat kota Homs digunakan oleh pasukan Iran, dan Israel menentang eksistensi Iran sedemikian rupa di Suriah.

Media Iran, Senin (9/4/2018), melaporkan bahwa empat “pembela makam suci” gugur dalam serangan udara, dan satu diantaranya adalah anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), sebuah lembaga monitor yang berbasis di Inggris, mengatakan setidaknya 14 orang tewas dalam serangan udara tersebut, termasuk beberapa pejuang dari berbagai negara.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan “harga mahal yang harus dibayar” menyusul tersiarnya laporan mengenai dugaan serangan senjata kimia di kota Douma.

Kemhan Rusia dalam sebuah statemennya menyatakan bahwa serangan udara itu dilancarkan oleh dua jet tempur F-15 Israel yang telah menembakkan 8 rudal yang tiga di antaranya mengena sasaran, sedangkan lima lainnya dapat ditangkis oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Kemhan Rusia juga menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan dari zona udara Lebanon, bukan Suriah.

Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi mengutuk serangan itu dan menyebutnya “pelanggaran hukum internasional yang jelas yang akan membuat krisis Suriah dan situasi regional menjadi lebih rumit”.

Qasemi menambahkan bahwa serangan itu terjadi ketika tentara Suriah mencetak prestasi-prestasi baru dalam operasi penumpasan teroris. Karena itu, menurut Qasemi, serangan udara itu ditujukan untuk mendukung kelompok-kelompok teroris, selain dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian publik internasional dari serangan brutal Israel yang menggugurkan puluhan orang Palestina dan melukai ribuan lainnya di Jalur Gaza belakangan ini. (mm/alalam/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*