Teheran, LiputanIslam.com –   Pesawat Israel telah menyemprotkan bahan kimia beracun dan herbisida berbahaya di lahan pertanian di Jalur Gaza, Minggu (43/2017).

Nizar al-Wahedi dari Kementerian Pertanian Palestina mengatakan bahwa penyemprotan itu dilakukan di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel (Palestina pendudukan 1948).

“Israel tidak memiliki hak untuk menyemprot herbisida di tanah Palestina,” kata Wahedi.

Petani Palestina mengatakan tentara Israel menyemprotkan zat pembunuh gulma itu untuk mengeringkan tanaman liar di sekitar pagar keamanan supaya dapat memantau dengan jelas daerah tersebut, namun biasanya mereka menyemprot puluhan meter di sekitar daerah sasaran mereka.

Para petani  Palestina selama ini berjuang  memenuhi kebutuhan yang meningkat dari 1,8 juta warga Gaza yang diblokade Israel, dan mereka mengalami banyak kesulitan akibat minimnya peralatan pertanian dan pestisida.

Akibat penurunan produksi dan larangan Israel untuk masuknya komoditas pokok, petani Gaza terpaksa menggunakan zat kimia terlarang untuk memaksimalkan hasil panen. Hal ini menimbulkan bahaya kesehatan yang serius bagi petani dan konsumen mereka.

PBB sudah sering mengungkapkan keprihatinannya atas penggunaan pestisida beracun yang berlebihan oleh petani Gaza.

Banyak ahli medis di Gaza kuatir terhadap peningkatan jumlah penderita kanker di Gaza, terutama di daerah pertanian.

Mereka mengingatkan bahwa anak kecil lebih rentan terhadap penyakit seperti leukemia daripada orang dewasa di daerah tersebut.

Jalur Gaza diblokade Israel sejak Juni 2007 sehingga menyebabkan penurunan standar hidup dan meroketnya angka pengangguran dan kemiskinan.

Israel terakhir kali mengobarkan perang ke Jalur Gaza pada awal Juli 2014. Dalam perang ini serangan Israel yang berlangsung selama 50 hari menewaskan hampir 2.200 orang Palestina, termasuk 577 anak kecil, serta melukai lebih dari 11.100 lainnya,  termasuk 3.374 anak, 2.088 perempuan dan 410 lansia. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*