Nazaret, LiputanIslam.com –  Koran Israel Haaretz menyambut gembira pengangkatan Pangeran Mohammad Bin Salman, putera Raja Salman Bin Abdulaziz, sebagai putera mahkota menggantikan kemenakannya, Mohammad Bin Nayef, yang dipecat dari kedudukan ini.

Haaretz menyatakan perkembangan ini patut disambut gembira dengan alasan bahwa Bin Salman pernah berkunjung ke Israel pada tahun 2015 dan mengadakan pertemuan-pertemuan berkala dengan para pejabat Israel.

Bersamaan dengan ini, TV Israel Channel 9 berkomentar bahwa perkembangan yang terjadi di Kerajaan Arab Saudi memang patut disambut baik oleh Tel Aviv.

“Bin Salman, 32 tahun, pada Agustus mendatang praktis akan memimpin Kerajaan, dan ayahnya yang sakit, Raja Salman Bin Abdulaziz, akan turun dari tahta,” tulis Haaretz, Rabu (21/6/2017).

Harian ini menyebut Bin Salman “bocah yang baik bagi Israel” karena pendiriannya yang tegas terhadap “Iran, Hizbullah Lebanon, Ikhwanul Muslimin, dan ISIS” sehingga menjadi mitra strategis bagi Israel.

Haaretz mengungkap adanya pertemuan-pertemuan teratur antara para perwira Saudi dan Israel di Yordania, dan semua ini tentunya didasari persetujuan dari Bin Salman selaku menteri pertahanan Saudi.

Salah satu pertemuan itu berlangsung di Eilat, Israel, pada tahun 2015, dan pertemuan lain terjadi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Arab di Yordania pada Maret 2017. Selain itu juga terjadi pertemuan-pertemuan berkala antara para perwira Saudi dan para perwira Israel dalam bingkai latihan perang bersama Yordania, Saudi, dan Amerika Serikat (AS) untuk koordinasi kegiatan.

Haaretz kemudian menyoal, “Sejauh mana Bin Salman ingin memotivasi proses perdamaian antara Israel dan Palestina sebagai bagian dari agenda utara Presiden AS Donald Trump, dan apakah dia mampu menciptakan perubahan dalam sistem hubungan antara Israel dan Saudi?” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL